Suara.com - Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia, selalu menjadi sasaran kampanye negatif banyak pihak yang anti sawit sehingga perlu strategi khusus untuk melawannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, misalnya, industri kelapa sawit nasional seringkali dituduh dan dituding sebagai komoditas penuh mudharat dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan.
Mirisnya, berbagai tudingan tersebut tidak didasarkan pada fakta obyektif yang ada di lapangan. Meski demikian, hadirnya kampanye negatif tersebut di tengah masyarakat tetap saja menimbulkan sejumlah persepsi negatif, baik secara domestik maupun global.
Beberapa isu negatif yang muncul tersebut, diantaranya, terkait tuduhan perkebunan kelapa sawit yang dianggap lebih ekspansif dari pada tanaman minyak nabati lain, kelapa sawit menyebabkan kerusakan lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan pemanasan global.
Menyikapi serangan kampanye negatif tersebut, diperlukan counter opini yang berisi tentang berbagai aspek positif terkait industri sawit nasional yang disampaikan ke masyarakat secara lebih terstruktur dan terencana.
"Tujuannya adalah agar nilai-nilai positif dari industri sawit nasional lebih dapat dipahami lagi di masyarakat, baik di level domestik maupun global. Dan salah satu kampanye (positif) yang paling efektif adalah lewat dunia pendidikan," ujar Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan, Eddy Abdurrachman dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (4/11/2020).
Bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia DKI Jakarta (PGRI DKI Jakarta) sosialisasi dan promosi sawit dilakukan di kalangan guru-guru sekolah anggota PGRI DKI Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, BPDPKS ingin berbagi pengetahuan terkait multimanfaat dan peran kelapa sawit sebagai supporting lifes systems masyarakat dunia.
"Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara offline di Kebun Raya Bogor, sedangkan peserta guru lainnya mengikuti secara online melalui aplikasi Zoom Meeting," tutur Eddy.
Baca Juga: Upah Sektoral Dihapus, Buruh Sawit Bakal Lakukan Ini ke Gubri
Dengan adanya kegiatan ini, Eddy berharap kalangan guru dapat turut membantu menyebarkan berbagai fakta objektif tentang kelapa sawit dari aspek ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan sosial kepada peserta didik, kolega sesama pendidik dan juga masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian, secara bertahap dunia pendidikan juga dapat turut berperan dalam menangkal berbagai mitos terkait informasi negatif tentang industri sawit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono
-
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN