Suara.com - Profesor Bungaran Saragih mengapresiasi Kementerian Pertanian yang mampu mendongkrak kinerja sektor pertanian yang mampu tumbuh positif di kuartal III 2020 hingga mencapai 2,15 persen (YonY).
Menurut Bungaran, capaian tersebut bukan sesuatu yang mudah karena diraih pada saat situasi ekonomi makro tumbuh secara negatif.
Bungaran mengatakan, rangkaian kemajuan sektor pertanian tersebut bisa dilihat berdasarkan data BPS saat merilis pertumbuhan pertanian pada kuartal 1. Kemudian terjadi peningkatan hebat di kuartal 2, lalu bergerak positif di kuartal 3. Lebih dari itu, sektor pertanian juga mencatatkan satu-satunya sektor yang tumbuh positif untuk Produk Domestik Bruto (PDB) dihitung secara tahunan (y on y).
"Menurut saya 2,15 persen itu angka yang sangat menggembirakan karena sekarang kita berada pada situasi pertumbuhan makro ekonomi yang negatif. Hasil tersebut merupakan performance yang luar biasa. Dan buat saya, capian ini menunjukan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan ketahanan pangan kita," ujar Prof Bungaran, Minggu, 8 November 2020.
Seperti diketahui, berdasarkan data BPS, sektor pertanian berkontribusi besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) dimana kuartal II 2020 tumbuh hingga mencapai 2,19 persen, dan kuartal III masuh tumbuh 2,15 persen. Adapun kontribusi PDB di kuartal III 2020 mencapai 14,58 persen.
"Kalau dalam pembangunan pertanian itu, kita harus melihat dari angka PDB. Jadi kalau PDB pertanian meningkat 1 persen pertahun, itu adalah kinerja yang cukup baik. Kemudian kalau naiknya dari 1 sampai 2 persen itu sangat baik sekali. Apalagi saya tau menumbuhkan PDB itu bukan pekerkaan mudah," katanya.
Selanjutnya, yang menjadi perhatian Prof Bungaran adalah perlunya optimalisasi produksi pertanian dari tataran hilir. Bungaran mengatakan, optimalisasi ini merupakan produksi pasca panen atau off fam.
"Maksud saya performance pertanian itu tidak bisa dilihat dari segi on fam nya saja. Tapi sebenarnya di off fam juga harus terus bertumbuh. Menurut saya kalau tidak ada agro industri, maka pertanian kita akan menurun. Hanya saja kalau kita lihat PDB kita saat ini, bisa dipastikan on fam dan off famnya berjalan dengan baik. Itulah mengapa ekonomu kita saat ini selamat jika dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand atau Korea sekalipun. Kenapa? karena kita punya sistem agribisnis yang kuat," katanya.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatanya menyampaikan bahwa saat ini Kementan tengah mendorong berbagai perusahaan swasta untuk bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern.
Baca Juga: Kementan Prediksi Sektor Pertanian Bakal Terus Tumbuh Hingga 2021
Sebagai komitmen jangka panjang, Kementan menghadirkan program hilirisasi melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) sebagai pendobrak kerja luar biasa dalam peningkatan ekspor Indonesia selama 4 tahun ke depan. Program ini juga biasa disebut sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.
"Saya menitipkan pesan kepada eksportir agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya tingkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat," tutupnya.
Sebagaimana diketahui bersama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni bulan lalu mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS.
Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor. Adapun nilai ekspor secara keseluruhan pada bulan Juni 2020 mencapai 12,03 milar dolar AS. Sedangkan impor selama Juni sebesar 10,76 miliar dolar AS.
Berita Terkait
-
Tahun Depan, Sektor Pertanian Diprediksi Masih Masih Terus Tumbuh
-
Indef Apresisasi Pertumbuhan Sektor Pertanian 2020 yang Tumbuh 2,15%
-
Kementan Prediksi Sektor Pertanian Bakal Terus Tumbuh Hingga 2021
-
Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat
-
Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun
-
MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon
-
Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen
-
Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace
-
Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa
-
Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini
-
Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?
-
B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng
-
BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat