Suara.com - Perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna mendapat untung besar dari penjualan vaksin Covid-19. Vaksin yang disebut telah efektif ini bakal diborong oleh beberapa negara untuk menyudahi pandemi.
Seperti dilansir CNNMoney, Analis Wall Street memproyeksikan Pfizer dan Moderna akan meraup pendapatan 32 miliar dolar AS dalam penjualan vaksin Covid-19 pada tahun 2021.
Sedangkan menurut Morgan Stanley, Pfizer diproyeksikan meraih pendapatan 19 miliar dolar AS dalam penjualan vaksin Covid-19 pada tahun 2021.
Namun, Pfizer akan membagi pendapatannya dengan BioNTech perusahaan Jerman yang bermitra untuk mengembangkan vaksin.
Panel penasihat FDA merekomendasikan bahwa badan tersebut memberikan otorisasi penggunaan darurat vaksin yang dikembangkan dua perusahaan tersebut. Para pejabat AS juga memberi lampu hijau dalam penggunaan vaksin tersebut.
Kendati begitu, Morgan Stanley melihat pendapatan Pfizer akan vaksin Covid-19 menurun pada 2022 dan 2023 yang diproyeksikan sebesar 9,3 miliar dolar AS.
Pfizer Inc akhirnya mengumumkan hasil akhir dari uji coba fase tiga dari kandidat vaksin Covid-19 mereka, yang menunjukkan 94% efektif.
Perusahaan mengatakan hasil kemanjuran vaksin yang dikembangkannya bersama BioNTech SE asal Jerman konsisten pada semua kalangan, baik berdasarkan usia maupun etnis.
Vaksin ini juga disebut tidak memiliki efek samping yang besar. Menurut mereka, itu menjadi tanda bahwa imunisasi dapat dilakukan secara luas di seluruh dunia.
Baca Juga: 5 Negara Ini Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Warga, Ada Indonesia?
Channel News Asia melaporkan, efektivitas pada orang dewasa di atas 65 tahun, yang berisiko tinggi tertular virus corona jenis baru, lebih dari 94%.
Analisis terakhir ini dilakukan setelah perusahaan mengumumkan hasil awal dari uji coba yang menunjukkan 90% efektif pekan lalu.
Pfizer memaparkan ada 170 kasus Covid-19 dalam percobaan terhadap 43 ribu sukarelawan. Sebanyak 162 di antaranya termasuk dalam kelompok plasebo dan 8 di kelompok vaksin.
Sepuluh orang mengembangkan Covid-19 parah, dan salah satunya menerima vaksin.
Perusahaan mengatakan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dan sebagian besar efek sampingnya ringan hingga sedang, dapat hilang secara cepat.
Satu-satunya kejadian buruk yang memengaruhi lebih dari 2% pada mereka yang divaksinasi adalah kelelahan. Efek itu memengaruhi 3,7 persen penerima setelah dosis kedua.
"Dengan ratusan ribu orang di seluruh dunia terinfeksi setiap hari, kami sangat membutuhkan vaksin yang aman dan efektif untuk dunia," kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun