Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bakal melawan gugatan Uni Eropa terkait dengan pemberhentian ekspor bijih nikel ke negara-negara eropa.
Lutfi mengatakan Uni Eropa tak pantas untuk menggugat hal tersebut. Sebab, kontribusi ekspor bijih nikel ke Uni Eropa sangat kecil, bahkan kurang dari 5 persen.
"Eropa mengganggu kita, mengatakan bahwa kita unfair trade karena kita menahan daripada nikel kita untuk ke eropa. Saya bilang masalahnya bukan karena nikelnya, nggak ada, mereka cuma beli nikel dari kita kecil sekali tidak sampai 2 persen," ujar Lutfi dalam dalam Webinar MGN Summit 2021 Economic Recovery secara virtual, Rabu (27/1/2021).
Untuk diketahui, Uni Eropa menggugat Indonesia terkait pelarangan ekspor bijih nikel ke Organisasi Perdagangan Internasional (World Trade Organization/WTO).
Lutfi yang juga mantan Dubes Indonesia untuk AS ini melihat gugatan yang dilayangkan Uni Eropa ini karena merasa ketakutan. Karena, Indonesia mulai mengolah bijih nikel menjadi produk baterai lithium.
Sehingga, duga Lutfi, Uni Eropa merasa produknya akan tersaingi dengan produk Indonesia.
"Tapi yang mereka kerjakan adalah mereka ketakutan bahwa kita ini yang katanya mestinya mengekspor barang mentah kita sudah berubah menjadi barang industri," ucap dia.
Namun demikian, Lutfi tak merasa ambil pusing dengan gugatan tersebut. Dan, tambah Lutfi, ia tetap akan meladeni gugatan Uni Eropa tersebut.
"Sekarang kita dituntut di Eropa, ya kita ladeni karena memang masalah sengeketa itu adalah hal yang menjadi biasa dan tidak boleh sakit hati apalagi baper tapi kita mesti hadapi," tutur dia.
Baca Juga: Indonesia Kembali Digugat Uni Eropa Terkait Larangan Ekspor Bijih Nikel
Berita Terkait
-
Indonesia Kembali Digugat Uni Eropa Terkait Larangan Ekspor Bijih Nikel
-
Harga Kedelai Tinggi, Mendag Minta Masyarakat Mengerti
-
Istri Menteri M Lutfi Seorang Model, Pernah Jadi Bintang Klip Dewa 19
-
Bianca Adinegoro, Istri Mendag M Lutfi Ternyata Bintang Video Klip Dewa 19
-
Kunjungan ke Jogja, Mendag Minta Hotel Bantu UMKM Bangkit dari Pandemi
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Pasca Danantara, Akademisi Soroti Risiko Hilangnya Karakter Publik BUMN
-
Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar