Suara.com - Pemerintah telah memberlakukan kenaikan tarif cukai hasil tembakau sebesar 12,5 persen. Sehingga, tarif cukai itu membuat harga rokok naik.
Dengan begitu, rokok kini tergolong cukup mahal. Dan, banyak orang yang kini enggan membeli rokok, karena mahal.
Tapi sejumlah orang justru tetap membeli rokok meski saat ini harganya tergolong mahal.
Seperti yang dilakukan oleh Tri yang tetap membeli rokok, meski harganya naik. Menurut pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini, merokok sudah merupakan suatu kebiasaan.
Sehingga, ia tetap membeli rokok, meski kini harganya selangit.
Namun demikian, ia merasa keberatan dengan kenaikan harga rokok ini. Apalagi, tambah Tri, di tengah pandemi yang kini pendapatannya sedikit berkurang.
Hingga saat ini, ia juga belum menemukan kenaikan harga rokok di warung ataupun minimarket.
"Ya saya tetap beli. Tapi saya keberatan dong. Cuma mau bagaimana lagi," ujar Tri kepada Suara.com, Selasa (2/2/2021).
Senada dengan Tri, Dwi yang juga karyawan swasta juga tetap membeli rokok, meski harganya menguras isi dompetnya. Bahkan, Dwi belum berniat berhenti merokok dengan kenaikan harga rokok tersebut.
Baca Juga: Tarif Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Sebut Ada Konsekuensinya
"Saya sih biasa aja (kenaikan harga rokok), saya tetap beli dan belum berhenti merokok," katanya.
Untuk diketahui, kenaikan cukai rokok itu terbagi atas beberapa golongan. Adapun berikut besaran kenaikan harga rokok
- Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan I naik dari Rp 740 per batang jadi Rp 865 per batang
- SKM Golongan IIA naik dari Rp 470 per batang jadi Rp 535 per batang
- SKM Golongan IIB naik daru Rp 455 per batang jadi Rp 525 per batang
- Sigaret putih Mesin (SPM) Golongan I naik dari Rp 790 per batang jadi Rp 935 per batang
- SPM Golongan IIA naik dari Rp 485 per batang jadi Rp 565 per batang
- SPM Golongan IIB naik dari Rp 470 per batang jadi Rp 555 per batang
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri