Suara.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi mengkritisi penurunan bunga kredit yang berjalan lamban dan fungsi intermediasi perbankan meski Bank Indonesia (BI) menggenjot penurunan suku bunga acuan yang kini mencapai 3,5 persen.
“Ini kok belum berpengaruh di bawah, di sektor riil. Ini juga kami kritik kemarin OJK, apa ada yang salah atau memang situasinya belum memungkinkan,” kata Fathan dalam webinar harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Ia mendorong regulator baik BI, Kementerian Keuangan, hingga Otoritas Jasa Keuangan/OJK untuk mempertajam analisis, mengingat suku bunga acuan diturunkan namun di sisi lain sektor riil mengaku susah mengakses kredit. Namun, lanjut dia, di sisi perbankan juga mengaku tidak ada permintaan kredit sehingga likuiditas menumpuk.
“Ini bagaimana missing linknya, fungsi intermediasi bank bagaimana. Apakah ini semacam sistem yang dikelola dengan diam-diam atau bagaimana,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong OJK melakukan langkah besar atau terobosan agar dapat mendorong perbaikan bagi pertumbuhan ekonomi.
“Ini juga kepada OJK, kami katakan demikian, harus ada satu langkah besar, ada satu terobosan yang diharapkan sampai Mei, Juni menjadi kurva yang naik,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo ketika mengumumkan penurunan suku bunga acuan juga menyoroti lambatnya penurunan suku bunga kredit perbankan yang disebabkan masih tingginya Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).
Selama 2020, lanjut dia, SBDK perbankan baru turun 75 basis poin menjadi 10,11 persen di tengah penurunan suku bunga acuan BI dan penurunan suku bunga deposito satu bulan.
Dari sisi kelompok bank, imbuh Perry, SBDK tertinggi terjadi di Bank BUMN sebesar 10,79 persen, diikuti BPD sebesar 9,80 persen dan bank umum swasta nasional 9,67 persen dan kantor cabang bank asing 6,17 persen.
Baca Juga: Percepat Recovery Ekonomi Nasional, BRI Turunkan Bunga Kredit
BI pada Februari 2021 menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen sehingga total penurunan suku bunga acuan mencapai 150 basis poin sejak 2020 hingga dua bulan pertama 2021.
Namun demikian, BI mencatat penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 basis poin ke level 9,70 persen selama tahun 2020.
Suku bunga deposito satu bulan juga telah menurun namun dengan besaran lebih besar mencapai 181 basis poin ke level 4,27 persen pada Desember 2020.
Sebagai gambaran, berdasarkan data dari OJK realisasi kredit per Oktober 2020 mencapai Rp5.480,3 triliun atau mengalami kontraksi 0,47 persen jika dibandingkan periode sama 2019.
Rata-rata suku bunga kredit rupiah untuk jenis penggunaan per Oktober 2020 mencapai 9,38 persen untuk kredit modal kerja atau ada penurunan sebesar 0,71 persen dibandingkan posisi Desember 2019 mencapai 10,09 persen.
Kredit investasi per Oktober 2020 mencapai 9,01 persen, menurun 0,89 persen dibandingkan Desember 2019 mencapai 9,9 persen dan kredit komsumtif mencapai 11,05 persen atau menurun 0,57 persen dari Desember 2019 mencapai 11,62 persen. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan