Suara.com - PT MNC Vision Networks Tbk sedang dalam pembicaraan perihal menggabungkan Vision+ dengan perusahaan Special Purpose Acquisition Company (SPAC) Malacca Straits Acquisition Co.
Dilansir Bloomberg, Kamis (25/22021), menurut sumber yang mengetahui masalah ini, selain Vision+ yang dikenal sebagai layanan media over the top (OTT), MNC Play, penyedia broadband dan TV box Indonesia yang merupakan bagian dari MNC Vision Networks, juga akan diikutsertakan dalam transaksi tersebut.
"MNC yang dikendalikan oleh taipan Indonesia Hary Tanoesoedibjo, siap untuk memasukkan ekuitasnya ke dalam transaksi. Hal tersebut akan menjadikan MNC sebagai pemegang saham mayoritas dari entitas gabungan," kata sumber tersebut, Sabtu (27/2/2021).
Perusahaan Special Purpose Acquisition Company (SPAC) Malacca Straits telah memulai diskusi dengan sejumlah investor, termasuk Tiga Investments, perusahaan investasi milik Ray Zage saat mereka berupaya mengumpulkan 50 juta dolar AS atau lebih dalam ekuitas baru untuk menjadikan nilai perusahaan gabungan menjadi sekitar 600 juta dolar AS.
Transaksi kemungkinan diumumkan paling cepat bulan depan, tetapi karena belum ada kesepakatan apapun yang diselesaikan, mungkin persyaratan dapat berubah atau pembicaraan tersebut bisa gagal.
Perwakilan MNC, Malacca Straits dan Tiga menolak berkomentar.
Vision +, yang diluncurkan pada 2019, memiliki 1,6 juta pelanggan berbayar dan lebih dari 32 juta pengguna aktif bulanan, sedangkan MNC Play memiliki sekitar 300.000 pelanggan, menurut data MNC yang dirilis bulan ini.
Bisnis tersebut membukukan pendapatan kolektif sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi, atau Ebitda, dan pendapatan masing-masing sekitar 46 juta dolar AS dan 77 juta dolar AS pada 2020.
Angka-angka tersebut diproyeksikan tumbuh pada tingkat tahunan gabungan sebesar 39 persen dan 45 persen hingga 2025 menjadi 293 juta dolar AS dan 400 juta dolar AS berdasarkan basis pelanggan berbayar yang diharapkan sekitar 6,6 juta.
Baca Juga: Data Pelanggan Dipastikan Aman Jika Gojek dan Tokopedia Jadi Merger
Angka-angka tersebut diproyeksikan tumbuh di tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun (compound annual rate) sebesar 39% dan 45% hingga 2025 menjadi masing-masing 293 juta dolar AS atau setara dengan Rp 4,1 triliun dan 400 juta dolar AS atau senilai Rp 5,6 triliun, apabila mengacu pada basis pelanggan berbayar yang diharapkan sekitar 6,6 juta.
Penetrasi video langganan on demand ke total populasi di Indonesia termasuk yang terendah di kawasan Asia Pasifik sebesar 2% pada tahun 2020, sesuai data MNC.
Menurut pihak MNC angka tersebut diharapkan bisa meningkat dari 5,1 juta pelanggan pada tahun 2020 menjadi 21,6 juta pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 33%.
Malacca Straits SPAC, yang dipimpin oleh CEO Kenneth Ng, memasukkan investor situasi khusus pan-Asia, Argyle Street Management Ltd. sebagai sponsor bersama. Pihaknya mengumpulkan sebesar 144 juta dolar AS pada awal Juli lalu untuk IPO-nya dan akan memfokuskan pencarian targetnya di kawasan Asia Tenggara.
SPAC merupakan sebuah perusahaan yang didirikan secara khusus untuk menggalang dana melalui IPO (penawaran saham perdana) dengan tujuan melakukan merger, akuisisi, atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
-
Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?