Suara.com - PT PP (Persero) Tbk tengah menyusun strategi bisnis jangka pendek hingga panjang agar bisa menumbuhkan kinerjanya tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19.
Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa menjelaskan, strategi jangka pendek yang dijalankan berorientasi kepada lima fokus, yaitu nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta.
"Pandemi Covid-19 telah membuat banyak perusahaan mengubah cara menjalankan proses bisnis. Bahkan, tidak sedikit perusahaan mendaur ulang rencana bisnisnya untuk bertahan dan bangkit di masa pandemi," ujar Yuyus kepada wartawan yang ditulis Jumat (9/4/2021).
Sementara, untuk jangka menengah dan panjang, tutur Yuyus, strategi yang dijalankan diantaranya, memperluas kepemimpinan, perputaran nilai investasi, penyelarasan lini binis, dan memperkuat kapabilitas perseroan.
Menurutnya, perseroan terus memperkuat aspek strategi dengan bertranformasi adaptif menghadapi pandemi, di mana akan menerapkan beberapa kebijakan bisnis ke depan.
"Perseroan melakukan transformasi portofolio bisnis, unit bisnis, organisasi, tata kelola bisnis, pengelolaan investasi, teknologi dan corporate knowledge," kata Yuyus.
Dari sisi investasi, jelas Yuyus, perseroan akan memfokuskan pada selektif investasi, dimana proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas.
Selain itu, perseroan juga akan melakukan penataan kembali aset secara cermat untuk proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannnya dan memiliki profitabilitas yang baik.
"Hasil smart recycling asset akan digunakan kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya, yang menurut perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan," pungkas Yuyus.
Baca Juga: PTPP Bakal Garap Kawasan Sirkut Mandalika Paket I
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan