Suara.com - Bantuan senilai Rp6 miliar sudah disiapkan pemerintah untuk membangun prasarana, sarana dan utilitas (PSU) bagi 762 unit rumah bersubsidi di Provinsi Gorontalo tahun ini.
"Kementerian PUPR terus mendorong semangat pengembang dan masyarakat untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU)," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bantuan PSU dialokasikan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan kepada para pengembang perumahan yang membangun rumah bersubsidi. Pembangunan PSU dilaksanakan, agar lingkungan perumahan bersubsidi menjadi lebih nyaman salah satunya dengan membangun jalan lingkungan serta saluran air yang memadai.
Proses pembangunan PSU tersebut, imbuhnya, di bawah pengendalian dan pengawasan Direktorat Rumah Umum dan Komersial (RUK) dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) sebagai perpanjangan tangan pusat ke daerah.
"Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi para pengembang dalam membangun jalan lingkungan kawasan perumahan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal di rumah bersubsidi," katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Wilayah 3 Direktorat Rumah Umum dan Komersial, M. Salahudin Rasyidi didampingi Kepala Seksi Wilayah 2 Balai P2P Sulawesi I, Nur Ali, saat melakukan peninjauan lokasi ke sejumlah perumahan di Gorontalo memastikan sebanyak 762 unit rumah bersubsidi di wilayah tersebut akan mendapatkan bantuan PSU
“Bantuan PSU bisa mendorong para pengembang, agar mau masuk ke dalam bisnis perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga perlu kita beri semacam insentif salah satunya berupa bantuan PSU,” terangnya.
Nur Ali menambahkan, prosedur mendapatkan bantuan PSU adalah adanya penyampaian permohonan atau usulan secara tertulis dari para pengembang kepada pemerintah kabupaten/kota, selanjutnya diteruskan ke pemerintah provinsi dengan tembusan ke Kementerian PUPR.
"Usulan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU) dengan melengkapi persyaratan administrasi yang selanjutnya akan di validasi melalui verifikator dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan yang ada di wilayah tersebut," tandasnya.
Baca Juga: PUPR Siapkan Rusus bagi Nelayan yang Rumahnya Terkena Abrasi Pantai
Salah satu lokasi yang dikunjungi dalam peninjauan lokasi bantuan PSU adalah Perumahan Griya Tunas Mandiri, yang saat ini memiliki 170 unit dan berdiri di lahan yang luasnya sekitar 8 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 unit rumah mendapatkan bantuan PSU.
Direktur PT Kurnia Tunas Mandiri, Rahmat Riyanto, mengungkapkan bahwa bantuan PSU dari Kementerian PUPR sangat membantu dari segi kenyamanan penghuni perumahan serta dapat membantu pengembang dalam hal peningkatan penjualan unit rumah. Sebelumnya, pihaknya mengajukan secara online bantuan PSU untuk perumahan Griya Tunas Mandiri Kota Gorontalo
“Alhamdulillah kami bisa dapat bantuan PSU dari Kementerian PUPR. Semoga Program PSU ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan masyarakat dapat menikmati fasilitas perumahan yang memadai," katanya.
Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo , Alwi Mahdali mengatakan, jumlah backlog penghunian khususnya di Kota Gorontalo hingga saat ini telah mencapai 21 ribu unit, sehingga perlu pemacu serta dorongan untuk para developer perumahan untuk menyediakan perumahan subsidi yang dapat dijangkau masyarakat khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.
“Kami akan membantu dan memfasilitasi masyarakat terutama MBR untuk dapat menghuni rumah yang layak dan terjangkau dalam suatu perumahan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan unitilas yang memadai,” harapnya.
Berita Terkait
-
158 Rumah Khusus Diserahkan PUPR kepada Pemkab Pulau Selayar
-
PUPR Ajak Insinyur Indonesia Sumbangkan Pemikiran dan Hasil Kerjanya
-
Untuk Pertanian dan Wisata, 75 Bendungan Bakal Dibangun PUPR Hingga 2024
-
Selesai Dibangun, Santri Darul Hikmah di Jatim Kini Bisa Tinggal di Rusun
-
Ditargetkan Rampung Oktober 2021, PUPR Bangun Rusun untuk TNI AD Gorontalo
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal
-
Strategi Pemerintah-OJK Berantas Praktik Saham Gorengan
-
Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal