Suara.com - Pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik selama 6-17 Mei. Dengan adanya pelarangan mudik akan memberi efek di daerah, terutama di sektor ekonomi.
Menurut Ekonom dari Indef Bhima Yudhistira Adinegara, akan ada dua perubahan yang terjadi akibat larangan mudik. Pertama, uang beredar akan tumbuh melambat pada periode mudik dilarang.
Dengan adanya larangan tersebut juga membuat masyarakat enggan untuk mengeluarkan uangnya, sehingga berimbas pada konsumsi.
"Uang beredar diperkirakan masih tumbuh melambat atau hanya berada di level 7-9 persen pada periode dimana mudik dilarang. Biasanya terjadi kenaikan hingga 10 persen secara yoy uang beredar. Namun efek pembatasan mobilitas akan menurunkan gairah konsumsi masyarakat," ujar Bhima saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).
Bhima melanjutkan, perubahan kedua terkait dengan perputaran uang yang hanya terpusat di daerah perkotaan saja atau Jabodetabek.
"Padahal mudik lebaran mampu menggerakan peredaran uang di daerah-daerah karena ada konsumsi di daerah, pembelian oleh-oleh, penginapan," ucap dia.
Bhima menambahkan, adanya larangan ini juga membuat ketimpangan daerah dan kota akan semakin jauh.
Sebab, kota akan lebih cepat dalam pemulihan ekonomi, karena banyaknya konsumsi dibanding dengan daerah yang sepi karena tidak ada yang melakukan mudik.
"Kota akan lebih cepat pulih dibanding desa. Selain itu mereka yang terpaksa mudik juga korban PHK atau pekerja yang dirumahkan tanpa digaji. Menambah beban ekonomi pedesaan," pungkas Bhima.
Baca Juga: Sehari Raup Rp15 Juta Sebelum Corona, Jasa Penukar Uang Kini Gigit Jari
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM
-
Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah
-
Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik