Suara.com - Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo menghadiri halalbihalal bersama jajaran direksi yang digelar secara virtual pada Selasa, (18/5/2021).
Dalam sambutannya, Supomo mengingatkan akan pentingnya kebersamaan dalam mengelola dana KUMKM. Dengan satu tujuan yang sama, kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk kemaslahatan umat.
"Kalian sudah berdedikasi dan bekerja keras dengan sangat luar biasa kendati kondisi sulit seperti saat ini. Dengan kinerja yang sangat baik, kalian telah membuktikan melalui hasil-hasil yang telah dicapai," ujar Supomo dalam keterangannya pada Selasa, (19/5/2021).
Dengan menurunkan tarif layanan dari 6 persen menjadi 3 persen merupakan keputusan besar yang diambil LPDB-KUMKM di tengah kondisi pandemi Covid-19. LPDB-KUMKM juga bekerja sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan yang ada.
Selain itu, komunikasi telah dijalin dengan Kementerian Keuangan, Dinas Koperasi dan UKM selindo, Kementerian/Lembaga, juga para stakeholder sehingga mereka melihat kinerja dan keberadaan LPDB-KUMKM.
Supomo melanjutkan, protokol kesehatan 5M tetap harus dipatuhi di tengah aktivitas pekerjaan yang terus berjalan. Selain itu, tiga prinsip hidup yang dipegang dalam menjalani hidup, yakni maaf, tolong, dan terima kasih.
"Tiga prinsip tersebut mudah untuk dikatakan, namun sulit untuk dipraktikan. Kalimat sakti itu merupakan kunci dari ketenangan hidup," pesan Supomo.
Supomo berharap, hari yang fitri ini membawa bekal bagi kita semua untuk membawa LPDB-KUMKM semakin baik ke depan, diterima oleh masyarakat dan memiliki kredibilitas.
"LPDB-KUMKM bukan saya, namun kalian semua. Jalan kita masih panjang, jadi kita jalani bersama dengan sebaik-baiknya, tutur Supomo.
Baca Juga: Halalbihalal dengan Pengurus BumDes, Mendes Siap Fasilitasi Desa Wisata
Memutus Rantai Penyebaran Covid-19
Di hari pertama bekerja setelah libur Idulfitri 1442 Hijriah, LPDB-KUMKM melaksanakan rapid test antigen kepada seluruh karyawan dan tenaga outsourcing di lingkungan LPDB-KUMKM. Langkah ini merupakan upaya antisipasi dalam memutus rantai penularan virus Covid-19 dan deteksi dini kesehatan seluruh karyawan. Apabila terdapat hasil rapid test antigen yang dinyatakan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin mengatakan, mengingat kapasitas ruangan dan kemampuan kita yang terbatas, ditambah dengan kondisi sulit saat ini, maka acara ini dilaksanakan melalui tatap muka maupun secara daring (zoom). Sementara yang berada di ruangan ini seluruhnya telah menjalani rapid test antigen dan telah dinyatakan non reaktif. Oleh sebab itu, ini momen yang baik untuk bersilahturahmi dan saling bermaafan antar karyawan.
"Halal bihalal ini dilakukan dengan tujuan mulia yaitu mempererat tali kebersamaan. Mari bersama-sama kita memberikan maaf dan meminta maaf kepada siapa pun, karena hakekat kita sebagai manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Disadari atau tidak disadari, langsung ataupun tidak langsung, seringkali melakukan kesalahan baik sikap dan perbuatan. Dengan acara ini lah kita bersama-sama saling memberi dan meminta maaf. Saya pribadi dan atas nama seluruh karyawan LPDB-KUMKM memohon maaf sebesar-besarnya. Mari kita sambut hari baru dengan hati yang baru," pesan Jaenal.
Berita Terkait
-
Gerakkan Ekonomi Nasional, LPDB Libatkan PKL dan Pedagang Kecil
-
Jokowi Perintahkan LPDB Cepat Salurkan Dana Rp 1 T ke Koperasi di Indonesia
-
Selama Pandemi LPDB-KUMKM Salurkan Pinjaman ke Koperasi Rp 307,3 Miliar
-
Terdampak Covid-19, LPDB Restrukturisasi Kredit Koperasi dan UMKM
-
LPDB : Pinjaman Dana Bergulir hanya Disalurkan Melalui Koperasi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru