Suara.com - Dua menteri Presiden Jokowi, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa kena 'sentil' Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah soal amburadulnya manajemen pemberian subsidi.
Tak hanya Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Bappenas Suharso yang dikritik DPR, tapi juga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Kritik itu dilontarkan Said ketika memimpin rapat Banggar DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2022, Senin (31/5/2021).
Said secara tegas mengkritik pengelolaan manajemen subsidi yang dinilainya tak tepat sasaran.
Pasalnya, kata dia, ada individu yang secara ekonomi mampu tapi mendapatkan subsidi dari pemerintah.
"Kami juga menaruh perhatian terhadap kebijakan manajemen pengelolaan subsidi yang digunakan selama ini masih memiliki kelemahan yang mendasar, mulai dari validitas data, pengendalian harga hingga volume," kata Said dalam rapat tersebut.
Berdasarkan data yang ia miliki, 40 persen kelompok masyarakat miskin tidak semuanya menikmati pemberian subsidi pemerintah.
Tapi sebaliknya, 40 persen kelompok masyarakat menengah sebagian besar justru menikmati subsidi pemerintah.
"Dari 40 persen kelompok masyarakat miskin hanya 26 persen saja yang menikmati pemberian subsidi ini," ungkapnya.
Baca Juga: Rasio Utang Terus Membengkak, Sri Mulyani Taksir Bisa 44 Persen di 2022
Dirinya mencontohkan soal pemberian subsidi LPG 3 Kilogram, di mana hanya sekitar 22 persen kelompok masyarakat miskin yang menikmati.
"Inilah yang harus kita perbaiki pada tahun 2022, agar kita bisa memberikan rasa keadilan dan melindungi masyarakat miskin dan rentan yang berhak menerima subsidi."
Berita Terkait
-
Rasio Utang Terus Membengkak, Sri Mulyani Taksir Bisa 44 Persen di 2022
-
Perbaiki Kualitas Belanja, Sri Mulyani Janji Bakal Lakukan Ini
-
APBN Harus Tetap Bekerja Keras dan Cepat Lindungi Masyarakat dari Covid-19
-
Guspardi Nilai Proyeksi Menkeu atas Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Optimis
-
Sri Mulyani Yakinkan DPR, Target Ekonomi 2021-2022 Sangat Realistis
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik