Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperbaiki saluran air untuk areal pertanian. Kali ini, Kementan membangun irigasi perpompaan untuk Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Durian Mas, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kehadiran irigasi perpompaan ini mampu mendongkrak tingkat produktivitas petani hampir dua kali lipat.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, air merupakan kebutuhan pokok bagi sektor pertanian. Tanpa air, mustahil sektor pertanian akan berkembang dengan baik. Untuk mengatur dan menyalurkan air ke areal tanaman pangan dengan baik, salah satunya dilakukan dengan irigasi perpompaan.
"Pertanian itu tak boleh terganggu dalam situasi apapun. Air itu salah satu kebutuhan mutlak pertanian. Untuk itu harus diatur dengan baik. Irigasi perpompaan ini salah satu upaya mengatur pasokan air agar berjalan dengan baik," tutur SYL dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (6/6/2021).
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, irigasi perpompaan merupakan program pengaturan air pertanian.
"Irigasi perpompaan ini bagian dari water management. Melalui irigasi perpompaan kebutuhan air untuk lahan sawah petani dijamin sepenuhnya," tutur Ali.
Dengan kata lain, Ali menyebut jika irigasi perpompaan diprogramkan untuk memastikan pasokan air selalu tersedia untuk mendukung produksi pertanian. Dia berharap masyarakat sekitar bisa menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpompaan ini.
"Sehingga bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga pendapatan para petani," katanya.
Direktur Irigasi Dirjen PSP Kementan, Rahmanto menambahkan, irigasi perpompaan ini untuk memanfaatkan sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi dengan menggunakan pompa. Kelompok Tani Sumber Rezeki yang mendapatakan program ini membangun rumah pompa panjang 2.5 meter, lebar 1.4 meter dan tinggi 2 meter, dan mengadakan pompa air berdiameter 4 inch dengan power 8.5 HP intake 180 ltr per menit.
"Untuk bak penampungan memiliki kedalaman 1.5 meter. Kami berharap irigasi perpompaan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," pungkas Rahmanto.
Baca Juga: Mentan: Generasi Muda Perlu Manfaatkan Peluang untuk Menangkan Kompetisi
Berita Terkait
-
Ditinggal Mandi di Saluran Irigasi, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas
-
60 Ha Sawah di Mukomuko Terendam Banjir, Mentan Imbau Petani Ikut Asuransi
-
Baru Dilantik, Dirjen PSP Tancap Gas Cek Food Estate di Kapuas Kalteng
-
Lantik Dirjen PSP Baru, Mentan Dorong Upaya-upaya Produktivitas Pertanian
-
Permintaan Rempah dan Lada Hitam Naik, Nilai Ekspor Kementan Tumbuh Positif
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar