Suara.com - Harga emas dunia meningkat setelah data belanja pribadi konsumen Amerika yang stagnan memunculkan spekulasi pengetatan moneter the Fed lebih awal dari perkiraan.
Emas juga mencatatkan kenaikan harga mingguan pertamanya dalam 4 pekan terakhir.
Mengutip CNBC, Senin (28/6/2021) emas di pasar spot naik 0,1 persen ke harga 1.776,96 dolar AS per ons. Emas spot menguat 0,8 persen secara mingguan.
Sementara itu emas di pasar berjangka USA stagnan ke posisi 1.782,80 dolar AS per ons.
Data sebelumnya menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed, berada di bawah ekspektasi di bulan Mei. Data awalnya membebani dolar, tetapi mata uang itu stabil, memperlambat kenaikan emas.
"Pasar mengambil pandangan yang lebih optimis tentang prospek inflasi, meredam ekspektasi sebelumnya bahwa inflasi akan lebih cepat menjadi bermasalah," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.
Harga emas membukukan penurunan tajam pekan lalu setelah The Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga segera setelah 2023, mendorong aksi jual emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Dua pejabat The Fed memperingatkan pada hari Kamis bahwa inflasi bisa naik lebih tinggi dari yang diharapkan pembuat kebijakan dalam waktu dekat.
Mereka berbicara setelah kepala The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi tidak akan menjadi satu-satunya faktor yang menentukan keputusan suku bunga.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan Harga Emas Antam Rp 932.000 per Gram
Sementara itu harga logam lainnya platinum naik 1,3 persen menjadi 1.106 dolar AS per ounce. Paladium turun 0,1 persen menjadi 2.637 dolar AS. Perak naik 0,3 persen menjadi 26,01 dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
-
Ekonom UI: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan Surplus Konsumsi Kelas Menengah
-
Luhut Soroti Praktik Pengusaha Pecah Usaha Demi Hindari Pajak
-
USS OCBC Catat Jumlah Tabungan Nasabah Emas Tembus 223 Persen
-
Perkuat Stabilitas Rupiah, KBI Ditunjuk Jadi Lembaga Kliring Derivatif Pasar Uang dan Valas
-
Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
Luhut Mau BUMN Berbasis AI, Bisa Hemat Biaya Hingga 30 Persen
-
Bhinneka Life Bayar Klaim Rp 661 Miliar Sepanjang 2025