Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan banyak masyarakat yang menjadi korban pinjaman online (pinjol). Bahkan, tidak sedikit juga yang kecanduan untuk meminjam dana di pinjol.
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menjelaskan, kecanduan meminjam di pinjol, bukan karena pelayanannya bagus.
Akan tetapi, upaya dari masyarakat untuk menutup utang lama dengan mengajukan utang baru ke penyedia pinjol lain atau dengan kata lain gali lobang tutup lobang.
"Jadi ada prinsip masyarakat kita gali lobang tutup lobang, yang meminjam untuk menutup pinjaman lama, ini sangat berbahaya sekali," ujar Tongam, Rabu (30/6/2021).
"Contohnya ada masyarakat yang meminjam 141 pinjol ilegal, bagaimana mungkin mereka meminjam tanpa melihat potensi pengembalian," tambahnya.
Tongam menuturkan, saat ini masih banyak penyedia pinjol ilegal berkeliaran di tengah masyarakat. Padahal, ia bersama Satgas sudah berusaha menutup penyedia pinjol ilegal ini.
Berdasarkan data Satgas Waspada Investasi, sejak tahun 2018 sebanyak 3.193 pinjaman online ilegal telah diblokir.
"Memang paling banyak terjadi di 2019, kemudian 2020 turun dan mudah mudahan 2021 ini semakin turun," ucap dia.
Tongam menyebut, masih beredarnya pinjol ilegal ini, karena server yang digunakan bukan berasal di Indonesia, tapi menggunakan server luar negeri, seperti Amerika Serikat hingga China.
Baca Juga: Lebih dari 3.000 Pinjol Ilegal Diblokir OJK
"Kebanyakan server bukan di indonesia, 22 persen hanya di Indonesia, ada di luar negeri AS, China, Singapura, dan lain-lain." pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih
-
IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham
-
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
-
94.294 Nomor Kontak Diblokir, Dana Penipuan Hampir Rp600 Miliar
-
Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp26 Ribu
-
Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006
-
Gempur Judi Online, OJK Blokir 33.252 Rekening Bank
-
Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram
-
2 BUMN Ini Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat