“Strateginya, kami akan mencari di dua area. Pertama, (nasabah) yang eksisting kami naik kelas-kan. Kedua, kami cari sumber pertumbuhan baru yaitu mencari (nasabah) yang lebih kecil dari mikro. Maka kita akan tumbuh mencari pertumbuhan baru ke bawah, ini yang kita sebut go smaller (pinjaman lebih kecil), go shorter (dengan tenor yang pendek-pendek), dan go faster (melalui proses digitalisasi maka proses kredit menjadi lebih cepat). Dan tentu pada akhirnya, BRI ingin melayani masyarakat sebanyak mungkin, dengan biaya semurah mungkin”, tegas Sunarso.
Senada, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Darmawan Junaidi mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan bank Himbara lainnya tetap berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dengan turut membantu dunia usaha dalam menghadapi kesulitan di masa pandemi ini.
"Keberlanjutan pertumbuhan di 2021 akan terus meningkat, artinya optimisme semakin kuat. Kami akan terus sinergikan strategi untuk mendukung pertumbuhan di Semester II 2021 dan tahun depan," terangnya.
Bank Mandiri optimistis untuk menerapkan strategi bisnis yang mendukung pertumbuhan ke depan. Hal ini mengindikasikan bahwa perbankan dan dunia usaha sudah bergerak dari siklus bertahan dari dampak Covid-19 ke siklus pertumbuhan yang lebih tinggi.
Bergeraknya siklus tersebut memang terlihat pada kinerja bisnis yang baik di Semester I 2021, yang merupakan hasil dari implementasi strategi Bank Mandiri selama ini dan dukungan berbagai stimulus pemerintah dan anggota KSSK lainnya, seperti BI, OJK dan LPS.
Ke depan, diharapkan kondisi ekonomi yang semakin kondusif akan memacu pelaku usaha swasta dengan skala besar, mulai merealisasikan investasinya untuk kemudian mendorong penguatan dari sisi demand/permintaan, sehingga pertumbuhan ekonomi dan bisnis akan terus berlanjut di Semester II dan tahun depan.
Bank Mandiri, sejak awal pandemi pun telah berkomitmen untuk menyediakan layanan keuangan digital yang terintegrasi bagi masyarakat retail maupun wholesale. Darmawan berharap, strategi ini dapat turut menjadi katalis pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.
Banyak UMKM Berpotensi Naik Kelas
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan, UMKM menjadi salah satu “engine of growth” bagi pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang. Saat ini, terlihat dengan banyaknya UMKM yang berpotensi naik kelas dan bisa berkontribusi bagi pertumbuhan di masa depan.
“BNI akan mendukung pemain domestik. Semoga momentum ini bisa untuk akselerasi dengan mendukung UMKM. Bantuan berupa kucuran kredit sudah pasti akan diberikan. Namun tak hanya itu saja, akan ada bantuan dari sisi mendapatkan pembeli, promosi, hingga bagaimana membuat packaging. Dukungan bagi pemain domestik ini mutlak akan diberikan,” ujar Royke.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Pengelolaan Keuangan ITB melalui Tranformasi Digital
Royke juga menyebutkan, saat ini, industri perbankan ditopang oleh empat hal dalam menjalankan bisnisnya. Pertama, digitalisasi perbankan, yang akan memotong cost of transaction, sehingga biaya layanan keuangan akan semakin murah. Kedua, pertumbuhan PDB yang didukung oleh pemulihan harga komoditas.
Ketiga, terjadi recovery yang lebih cepat di negara-negara maju sehingga potensi penetrasi menjadi terbuka lebar. Keempat, suku bunga yang rendah. Seluruhnya mendukung ke arah pemulihan perekonomian.
"Kami di bank terus membuat program strategis bagaimana memanfaatkan digital platform agar memudahkan eksport. Dengan menggunakan jaringan kami untuk mempertemukan dengan UMKM dengan calon buyer. Kami juga akan mengoptimalkan BNI Xpora untuk memberdayakan UMKM yang belum bisa ekspor untuk berorientasi ekspor, serta jaringan BNI di luar negeri akan menjadi etalase eksportir, dan tempat untuk membuka pasar dengan buyer," ujarnya.
Selain itu, BNI juga memanfaatkan momentum suku bunga rendah lewat digital platform untuk memudahkan eksportir dan non-eksportir. Untuk itu, BNI akan menggenjot kredit tidak hanya pada komoditas, melainkan sektor hilir (downstream) guna mengoptimalkan momentum dan memberikan nilai tambah (value added) untuk Indonesia.
“Banyak sekali strategi yang kita jalankan. BNI juga mempunyai jaringan luar negeri yang cukup banyak sehingga memudahkan UMKM dan eksportir besar untuk akselerasi opportunity yang ada,” ujar Royke.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), Haru Koesmahargyo juga memberikan apresiasi kepada pemerintah, regulator, dan para stakeholder yang telah pro aktif bahu-membahu dalam mendukung kebijakan pro pasar sehingga pada kuartal II/2021, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam satu dekade terakhir. Haru menjelaskan, sektor perumahan sendiri merupakan bisnis yang tangguh di tengah pandemi.
Apalagi pemerintah dan regulator memberikan stimulus kebijakan yang mendorong sektor perumahan. Terbukti ketika ekonomi terkontraksi pada kuartal sebelumnya, sektor real estate tumbuh di level 2,31 persen yoy pada kuartal II/2020 dan 1,25 persen di kuartal IV/2020. Ketika ekonomi tumbuh positif, lanjut Haru, sektor real estate pun ikut melaju sebesar 2,82 persen yoy pada kuartal II/2021.
Untuk mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi ini, Haru berkomitmen, perseroan yang dipimpinnya akan terus berupaya memperbaiki ekosistem perumahan agar dapat memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Selain fokus untuk mendukung pembiayaan rumah bagi MBR, Bank BTN juga tengah berfokus untuk menyiapkan pembiayaan hunian bagi para millenial di urban kota yang terintegrasi TOD atau sarana transportasi dengan harga terjangkau.
Dengan adanya perbaikan ekosistem tersebut, ujar Haru, diharapkan akan dapat menopang pemulihan ekonomi nasional karena sektor perumahan memiliki dampak ganda bagi 174 industri lainnya.
“Sebagai bank yang berfokus di sektor pembiayaan perumahan, kami berkomitmen akan terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki ekosistem perumahan, sehingga dapat mendorong percepatan pencapaian target penyediaan rumah di Indonesia tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tutur Haru.
Berbagai inovasi pun telah dilakukan Bank BTN dalam rangka mengawal pertumbuhan sektor properti. Perseroan aktif bersinergi dengan berbagai instansi, berinovasi dalam proses bisnis, hingga menghadirkan layanan digital untuk memproses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan cepat dan mudah.
Berita Terkait
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tumbuh 7,07 Persen di Kuartal II 2021
-
Ekonomi Riau Tumbuh 5,13 Persen, Begini Penjelasan BPS
-
Nova Iriansyah Ingin Jadikan Ekonomi Syariah Sumber Pertumbuhan di Aceh
-
Bank Mandiri Perkuat Pengelolaan Keuangan ITB melalui Tranformasi Digital
-
Pengusaha Minta Akselerasi Vaksin Covid-19 Dipercepat agar Ekonomi Bisa Selamat
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun
-
MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon
-
Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen
-
Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace
-
Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa
-
Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini