Septiaji Eko Nugroho menambahkan jika setiap informasi yang kita dapatkan di ruang digital perlu adanya kewaspadaan dan harus skeptis. Bukan menjadi paranoid, tetapi lebih ke arah hati-hati dan cermat.
“Ada 3 step yang dapat dilakukan, yang pertama adalah cek sumbernya dan sebisa mungkin carilah sumber yang memiliki keterangan jelas. Lalu mulailah berpikir kritis, berikan ruang skeptis terhadap informasi yang kita dapatkan di media digital kita. Yang ketiga adalah harus selalu rajin mencari klarifikasi dan faktanya, telitilah sebelum berbagi,” ungkap Septiaji.
Sementara itu Abdul Mukti selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran Kemdikbud Ristekdikti juga menambahkan bahwa sebagai pendidik juga perlu teliti dalam mencari bahan, khususnya ketika mencari di online.
Misalnya, apakah sumber referensi tersebut memiliki otoritas, apakah sumber tersebut dapat diandalkan, jurnal ilmiahnya telah terakreditasi dan lain sebagainya.
“Contohnya jika anda membaca sejarah namun ditulis oleh orang yang belum jelas, sebaiknya tidak perlu digunakan dan dihindari saja, lebih baik cari referensi lain yang lebih terkenal,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku
-
Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar
-
Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru
-
BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya
-
Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular