Suara.com - Kerugian yang dialami PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) bertambah hingga 13.485% (yoy) atau 134 kali lipat pada paruh pertama tahun 2021.
Pada semester I 2020, Agung Podomoro merugi Rp3 miliar. Namun, kerugian itu membengkak hingga Rp407,56 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kerugian disebabkan penjualan dan pendapatan usaha Agung Podomoro yang menyusut.
Penjualan dan pendapatan usaha perusahaan secara tahunan turun 9,88% dari Rp1,72 triliun per Juni 2020 menjadi Rp1,55 triliun per Juni 2021.
Segmen penjualan properti menyumbang nilai sebesar Rp1,05 triliun pada paruh pertama 2021. Kontribusi itu menurun dari paruh pertama 2020 lalu yang mencapai Rp1,12 triliun.
Sedangkan, kontribusi pendapatan sewa hingga hotel menyusut dari Rp601,55 miliar menjadi Rp506,48 miliar.
Tidak hanya pendapatan yang turun signifikan, faktor lain yang membuat Agung Podomoro makin rugi juga disebabkan meningkatnya beban keuangan.
Salah satunya beban penjualan membengkak dari Rp56,14 miliar pada Juni 2020 menjadi Rp64,61 miliar pada Juni 2021. Beban umum dan administrasi juga meningkat dari Rp339,14 miliar menjadi Rp358,88 miliar. Ditambah lagi, beban bunga dan keuangan meningkat dari sebelumnya Rp428,52 miliar menjadi Rp475,53 miliar.
Bersamaan dengan itu, penghasilan bunga yang dikantongi Agung Podomoro mengalami penurunan dari Rp18,88 miliar menjadi hanya Rp8,62 miliar.
Laba instrumen keuangan derivatif juga terpangkas dari Rp256,14 miliar menjadi Rp104,88 miliar. Begitu pula dengan laba bersih entitas asosiasi, nilainya turun dari Rp29,71 miliar menjadi Rp16,28 miliar.
Baca Juga: Tidak Hanya Kesehatan dan Kendaraan, Aset Properti Juga Penting Diasuransikan
Kemudian, pada paruh pertama tahun 2021, Agung Podomoro mengantongi pendapatan baru berupa laba penjualan aset tetap sebesar Rp900,58 juta.
Berita Terkait
-
Rumah Tapak Dua Lantai di Bawah Rp1 Miliar jadi Buruan Kaum Milenial
-
Tol Layang Kelapa Gading-Pulo Gebang Tingkatkan Aksesibilitas Jakarta Garden City
-
PPRO Diminta Tangkap Peluang Penjualan Rumah Tapak Selama Pandemi
-
Penjualan Rumah di Jabodetabek dan Banten Naik di Kuartal II 2021
-
Milenial, Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Rumah
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok
-
Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?
-
IHSG Masih Betah di Zona Hijau ke Level 6.195, Besok Berpeluang Lanjut
-
Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak: Pengrajin Tahu dan Tempe di Lebak Terancam Gulung Tikar
-
Pintu PHK 20 Persen Karyawan, Industri Kripto RI Mulai Goyang?
-
Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
-
Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara
-
BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran