Suara.com - Bupati Maluku Tenggara (Malra) M Thaher Hanubun mengaku bangga banyak pemuda di daerahnya terutama Yafavun, kini memilih profesi sebagai petani bawang merah.
"Banyak petani muda yang mulai bertani dan di Ohoi (Desa) Yafavun ini, didominisi anak muda. Itu menjadi suatu kebanggaan bagi saya, karena pemuda sudah berpikir bahwa lewat bertani dapat menghidupi mereka," katanya di Langgur, Malra, Sabtu (4/9/2021).
Thaher ikut panen bawang merah milik kelompok tani di Ohoi Yafavun, Kecamatan Kei Kecil Timur di lahan seluas sembilan hektare pada Jumat (3/9/2021).
Ia menyemangati para petani untuk terus bertani dengan baik sehingga bisa membuka lapangan kerja secara swadaya.
"Bertani adalah pekerjaan yang mulia, bertani dapat menghidupkan dan dapat membuka lapangan kerja," kata Thaher
Ia mengaku senang dan bangga atas hasil panen kelompok tani tersebut. Ohoi Yafavun dan Abean merupakan sentra bawang merah di Malra, yang kini sudah mampu bersaing dengan produk serupa dari luar daerah seperti Kota Palu, Sulteng.
Meski begitu, ia mengakui dalam mengembangkan pertanian, petani ataupun kelompok tani banyak menghadapi persoalan, seperti pemasaran, pupuk, dan akses ke lahan pertanian.
"Pemda selalu berupaya hadir bersama-sama dengan petani untuk bagaimana mencari solusi, seperti soal pemasaran hasil, pupuk, dan persoalan lainnya," katanya.
Menurut dia, Pemda Malra hadir bagi petani guna memberikan dukungan baik itu oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian maupun Dinas PMD.
Baca Juga: Cara Mudah Atasi Aglonema Layu, Cuma Butuh Larutan Bawang Putih dan Merah
"Pemda harus menyiapkan gudang dan mencari pasar di luar daerah, sehingga petani tidak lagi sulit untuk memasarkan hasilnya," ujar Thaher.
Akses ke lahan pertanian juga menjadi satu persoalan, karena lahan jauh dari rumah petani. "Saya bersama instansi teknis akan berupaya untuk menjawabnya, seperti adanya mobil angkutan untuk membantu petani," ujarnya.
Menurut dia, penting bagi petani tetap giat dan telaten, kemudian kualitas hasil pertanian juga dijaga agar produk bersaing dengan daerah lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Emas Antam Ambruk, Harganya Jadi Rp 2.884.000/Gram
-
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.768
-
IHSG Masih Terjungkal pada Selasa Pagi ke Level 7.888
-
Inflasi Inti Naik, Bank Indonesia Waspadai Kenaikan Harga Emas
-
Daftar Link Resmi Pendaftaran Antrean Pangan Bersubsidi dan Jam Operasional
-
OCBC Raup Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025, Ini Penyumbang Terbesar
-
OJK Belum Terima Laporan Polri Mau Selidiki Saham Gorengan di Pasar Modal
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi Bursa Kripto Jadi 0,01 Persen
-
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, di Pegadaian Jadi Makin Murah!
-
Pandu Sjahrir: Saham Gorengan Bikin Investor Asing Ragu Masuk RI