- Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 3 Februari 2026, tercatat Rp 2.884.000, turun Rp 183.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan Rp 9.000, mencapai Rp 2.624.000 per gram pada tanggal tersebut.
- Harga emas dunia naik mendekati USD 4.820 per troy ounce setelah kekhawatiran kebijakan The Fed dan kenaikan margin oleh CME.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 3 Febrari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.884.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu ambruk Rp 183.000 dibandingkan hari Senin, 2 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.624.000 per gram.
Harga buyback itu juga anjlok Rp 9.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.472.000
- Emas 1 Gram Rp 2.844.000
- Emas 2 gram Rp 5.628.000
- Emas 3 gram Rp 8.417.000
- Emas 5 gram Rp 13.995.000
- Emas 10 gram Rp 27.935.000
- Emas 25 gram Rp 69.712.000
- Emas 50 gram Rp 139.345.000
- Emas 100 gram Rp 278.612.000
- Emas 250 gram Rp 696.265.000
- Emas 500 gram Rp 1.392.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.784.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3
Harga Emas Dunia Bangkit
Harga emas dunia mulai bangkit setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi terakhir. Pada perdagangan awal Asia, Selasa, harga emas spot atau XAU/USD tercatat naik mendekati level USD 4.820 per troy ounce.
Dikutip dari FXStreet, logam mulia tersebut mencoba memulihkan sebagian pelemahan setelah pasar global mengalami aksi jual besar-besaran (historic market rout). Meski demikian, potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek dinilai masih terbatas.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, di Pegadaian Jadi Makin Murah!
Sentimen kehati-hatian muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya. Penunjukan tersebut memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat atau hawkish.
Pasar menilai Warsh cenderung mendorong neraca The Fed yang lebih kecil serta mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya menopang penguatan dolar AS dan mengurangi daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan terhadap harga emas juga datang dari kebijakan Chicago Mercantile Exchange Group (CME). Bursa derivatif terbesar dunia tersebut menaikkan persyaratan margin untuk perdagangan emas dan perak pada akhir pekan lalu.
Kebijakan itu memaksa banyak trader dengan posisi leverage tinggi untuk segera melepas kepemilikan mereka guna menutup kebutuhan margin. Alhasil, tekanan jual pun meningkat dan menahan laju penguatan emas.
Di sisi lain, faktor geopolitik masih berpotensi menjadi penopang harga emas. Amerika Serikat dan Iran dikabarkan akan menggelar pembicaraan diplomatik di Istanbul pada Jumat mendatang, di tengah pertimbangan Presiden Trump terkait kemungkinan serangan militer ke Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000