Suara.com - Kementerian BUMN berharap Pasar Digital (PaDI) UMKM bisa jadi solusi bagi para pelaku UMKM di Indonesia.
"Hal ini sebagai wujud PaDI UMKM terus melakukan peningkatan dan ke depan PaDI UMKM diharapkan akan menjadi one stop solution bagi UMKM," ujar Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita, Senin (6/9/2021).
PaDI UMKM Virtual Expo 2021 Batch 2 adalah merupakan pameran yang dilakukan secara virtual dengan menampilkan ragam produk dari tujuh mitra pengampu UMKM , yang diikuti 98 BUMN dan anak perusahaannya.
"Dapat kami juga laporkan bahwa UMKM yang mengikuti PaDI UMKM Virtual Expo 2021 Batch 2 kali ini adalah sebanyak 295 UMKM atau bertambah sebanyak 51 UMKM dibandingkan pelaksanaannya sebelumnya," kata Loto.
loto mengatakan, lebih dari 5.000 pembeli dari 58 BUMN yang sudah siap mengunjungi gerai UMKM, guna melakukan eksplorasi serta transaksi sesuai dengan kebutuhan masing-masing BUMN.
Sementara 40 BUMN lainnya sedang bersiap untuk mengimplementasikan PaDI UMKM sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir.
Merujuk pada evaluasi pelaksanaan sebelumnya, dalam penyelenggaraan kali ini dilakukan penyempurnaan dalam hal penataan tempat pameran, yang kali ini dibagi berdasarkan 8 kategori produk, sehingga akan lebih memudahkan pengunjung dalam melihat dan membandingkan produk-produk yang ada.
Delapan kategori yang dimaksud adalah infrastruktur dan material bangunan, peralatan tulis dan percetakan, elektronik, furnitur dan dekorasi rumah, agro serta makanan dan minuman, produk kreatif, pengadaan sewa dan perawatan, dan jasa.
Selain pameran juga akan juga diselenggarakan 20 agenda webinar yang akan diisi oleh BUMN, mitra pengampu UMKM, serta beberapa pihak eksternal lainnya seperti Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Koperasi dan UKM, serta narasumber dari hukum online.
Baca Juga: Miris! BLT UMKM di Banyuwangi Diduga 'Disunat' Oknum Ormas hingga Parpol
"Dengan demikian diharapkan penyelenggaraan PaDI UMKM virtual expo tersebut makin membawa manfaat yang lebih komprehensif, tidak hanya dapat memberi peluang peningkatan perolehan transaksi, namun juga mendapatkan pemahaman, edukasi seputar kebijakan layanan maupun pembiayaan khususnya yang berkaitan dengan UMKM," kata Loto Srinaita.
Berita Terkait
-
Daftar Online BPUM 2021: Syarat Dapat BLT UMKM dan Linknya
-
Erick Thohir Tegaskan ke BUMN Bahwa UMKM Bukan Saingan
-
Blibli Pecahkan Rekor Festival Kuliner Daring dengan UMKM Terbanyak
-
Ini Harapan Menparekraf Sandiaga Uno kepada Pelaku UMKM Jakarta Utara
-
Banyak UMKM Didatangi Debt Collector, KADIN DIY Buka Posko Aduan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!