Suara.com - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Surya Tjandra, menyerahkan sertifikat tanah dari program Redistribusi Tanah hasil pelepasan kawasan hutan dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara simbolis kepada 10 perwakilan masyarakat Desa Tihengo, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Rabu (29/09/2021).
Turut hadir, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Gorontalo, Wartomo; Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin; Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu; Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran; dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, Wamen ATR/Waka BPN menjelaskan bahwa program redistribusi tanah merupakan tanah yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyat dengan tujuan dapat mencegah konflik terkait status tanah. Begitu pula dengan PTSL. PTSL merupakan program pemerintah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan sertipikat tanah dengan biaya ditanggung pemerintah
"Sertifikat tanah sangat penting bagi para pemilik tanah, apalagi tujuan PTSL salah satunya adalah untuk menghindari sengketa serta perselisihan di kemudian hari," ujar Surya Tjandra.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pekan depan akan ada pertemuan Asosiasi Kepala Daerah Kepulauan di Provinsi Bangka Belitung. Melihat kondisi geografis Kabupaten Gorontalo Utara, Wamen ATR/Waka BPN mengajak Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dapat ikut serta dalam pertemuan tersebut.
"Saya harap kabupaten di wilayah pesisir utara Provinsi Gorontalo ini, dapat menjadi contoh daerah kepulauan yang mampu mengelola keberadaan pulau yang dimiliki, baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, menjadi nilai tambah untuk kemajuan daerah. Karena laut yang luas dan pulau yang banyak di daerah ini, perlu dijaga dan dilestarikan sebagai aset berharga untuk masa depan daerah dan rakyatnya," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan Wamen ATR/Waka BPN di wilayah kepemimpinannya. Ia optimistis, kunjungan ini dapat memotivasi masyarakat dalam meningkatkan usaha riil yang dilakoni, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam pengolahan rumput laut sebagai komoditas utama di wilayah Kecamatan Ponelo Kepulauan.
"Penyerahan sertifikat tanah Redistribusi dan PTSL ini kami harapkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat khususnya pelaku UMKM dalam meningkatkan modal usahanya. Apalagi sertipikat tanah dapat dimanfaatkan sebagai akses permodalan melalui pihak perbankan," kata Indra Yasin.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen ATR/Waka BPN juga melakukan peninjauan lokasi pelaku UMKM di Desa Tihengo, sekaligus berdialog dengan masyarakat yang tergabung dalam unit usaha berbasis komunitas Karya Bersama.
Baca Juga: UU No 11 Tahun 2020 tentang UUCK Beri Banyak Terobosan Bidang Pertanahan
Berita Terkait
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Tunda Pemberlakuan Sertifikat Tanah Elektronik
-
Komisi II Minta Kepala BPN Kaji Ulang Penerapan Sertifikat Tanah Elektronik
-
BPN Pastikan Kebijakan Sertifikat Tanah Elektronik Masih Uji Coba
-
Ada Sertifikat Tanah Elektronik, Bagaimana Keabsahan yang Fisik?
-
Sertifikat Tanah Elektronik harus Aman dari Kejahatan Siber
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi