Bisnis / Keuangan
Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:44 WIB
Ilustrasi asuransi (Elements Envato)

Suara.com - BUMN Holding Asuransi dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) membukukan laba Rp1,8 triliun atau setara dengan 180% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada semester I 2021, yang berada di angka Rp1 triliun.

Laba perusahaan year on year (yoy) meningkat 178 persen dibanding tahun 2020. Capaian ini sebagian besar berkat kontribusi pertumbuhan laba anak perusahaan asuransi dan penjaminan dengan rata-rata kenaikan mencapai 55%.

“Pencapaian ini menjadi bukti signifikan kekuatan hasil kolaborasi dan komitmen bersama antara holding dan anak perusahaan sehingga kami masih bisa bertumbuh meski di tengah pandemi. Kami meyakini upaya improvement secara terus menerus pada aspek tata kelola perusahaan, bisnis dan keuangan dapat meningkatkan kinerja kami di sepanjang tahun 2021,” ujar Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah.

Tidak hanya laba, nilai ekuitas IFG juga melampaui target yakni senilai Rp43,13 triliun atau 2% lebih tinggi dari target di RKAP Semester I 2021 yang sebesar Rp42,17 triliun.

Kinerja IFG hingga Juni tahun ini memperlihatkan perkembangan positif yang ditunjukkan indikator rasio keuangan.

IFG mencatatkan EBITDA sebesar Rp2,07 triliun per Juni 2021 atau 24% lebih tinggi dari target RKAP Semester I 2021 yang sebesar Rp1,67 triliun. Hal ini juga meningkat signifikan jika dibanding EBITDA pada semester 1 2020 sebesar Rp931,05 miliar.

Sementara itu, rasio likuiditas perusahaan (rasio lancar) per Juni 2021 berada dalam keadaan sehat yakni sebesar 1,76 kali atau 27% lebih baik dari target RKAP Semester I 2021 yang sebesar 1,38 kali.

Sejak dibentuk pada 2020 lalu, manajemen IFG diakui Rizal terus melakukan transformasi dari sisi tata kelola, proses bisnis, sumber daya manusia hingga inovasi dan pengembangan teknologi informasi.

Selain itu, mereka menargetkan bisnis model yang akuntabel, prudent, dan transparan serta terus mendorong terciptanya kolaborasi yang saling menguntungkan antar sesama anak Perusahaan ataupun dengan BUMN lainnya.

Baca Juga: Jadi Produsen Pupuk Terbesar se-Asia Tenggara, Pupuk Kaltim Akan Masuk Pasar Non-Subsidi

IFG saat ini juga sedang menunggu pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 20 Triliun untuk penguatan modal PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) yang akan bergerak di bidang asuransi jiwa.

IFG Life nantinya akan menerima migrasi polis-polis sehat dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebagai bagian dari penyelesaian permasalahan Jiwasraya sehingga para pemegang polis akan mendapatkan kepastian hukum.

Load More