Suara.com - Perseroan Terbatas Pertamina mengimplementasikan sejumlah inisiatif untuk mendukung target pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor energi.
Menurut Direktur Utama & CEO Pertamina Nicke Widyawati, BUMN itu fokus pada pengurangan emisi gas, terutama di bidang transportasi jalan raya, penerbangan, perkapalan, serta industri kimia dan petrokimia - yang berdasarkan grafik dunia, memberikan kontribusi kurang dari 20 persen emisi karbon.
"Pengurangan emisi karbon terbesar berasal dari efisiensi operasi kami di fasilitas kilang dan hulu, pemanfaatan gas suar, pemanfaatan kembali limbah panas di kilang dan hulu, serta inisiatif energi lainnya dari panas bumi," kata Nicke saat berbicara dalam diskusi panel tentang ekonomi hijau yang diselenggarakan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Senin.
Untuk mencapai target pengurangan 25,9 juta ton CO2 pada tahun 2030, Pertamina telah melakukan beberapa inisiatif, antara lain meningkatkan kapasitas panas bumi menjadi 1.065 megawatt serta mengembangkan pembangkit listrik berbasis air dan surya, yang masing-masing ditargetkan mencapai 715 megawatt dan 3.100 megawatt.
BUMN energi itu sedang dalam pengembangan kilang hijau di Plaju dan Cilacap yang akan beroperasi pada tahun 2025.
Pertamina juga turut serta dalam perusahaan patungan baterai Indonesia dengan mengembangkan ekosistem baterai EV, termasuk bisnis swapping dan charging, serta mengembangkan pabrik methanol untuk gasifikasi yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2025.
"Dahulu energi kilang kami dari bahan bakar, sekarang kami beralih ke gas dan juga sebagian dari solar," kata Nicke.
Inisiatif lain yang dilakukan Pertamina untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca antara lain pengembangan bioenergi, ekonomi karbon sirkular, serta energi baru dan terbarukan.
"Kami memiliki target ambisius untuk mengubah energi di fasilitas kami menjadi 30 persen bauran energi dari energi baru dan terbarukan," kata Nicke.
Baca Juga: BRI dan Pertamina Grup Berkolaborasi untuk Majukan Industri Oil and Gas
Pertamina mencatat penurunan emisi sebesar 27,08 persen selama periode 2010—2020, atau melebihi target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca (NDC) pada tahun 2020 sebesar 26 persen.
Di bidang energi, pemerintah Indonesia memiliki ambisi untuk menurunkan emisi CO2 sebanyak 314 juta ton pada tahun 2030, termasuk 183,66 juta ton atau lebih dari 50 persen di antaranya merupakan target sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Berdasarkan peta jalan transisi energi Indonesia, disebutkan bahwa dari kondisi bauran energi saat ini yang masih berada pada level sekitar 9 persen, akan meningkat menjadi 23 persen pada tahun 2025, dan terus meningkat hingga diproyeksikan berada di level 31 persen pada tahun 2050.
Melalui peta jalan pengembangan EBT itu, pemerintah meyakini sektor energi akan menurunkan emisi sebesar 314—398 juta ton CO2. [Antara]
Berita Terkait
-
Pertamina Tambah Pasokan Energi ke Wilayah Bencana Sumatera
-
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Mengundurkan Diri
-
Sosok Kerry Adrianto Riza, Putra 'Raja Minyak' Bantah Korupsi Rp285 T: Ini Fitnah Keji!
-
Prabowo Disebut Lagi Bersih-bersih Konglomerat Hitam Migas, Mau Rebut Kendali Sumber Daya
-
Pengacara Komisaris PT Jenggala Maritim Nilai Dakwaan Soal Fee Sewa Kapal Tak Terbukti
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Pertamina Tambah Pasokan Energi ke Wilayah Bencana Sumatera
-
BMRI Mau Buyback Saham, Investor Disebut Dapat Angin Segar
-
ADHI Garap Proyek Pengendalian Banjir di Marauke
-
Mensos Tinjau Penyaluran BLT Kesra di Bandung, PT Pos Indonesia: Target Rampung Akhir November
-
PNM Hadirkan Program RE3 (Reduce, Re-love, Restyle) dari Karyawan untuk Masyarakat
-
Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan
-
MIND ID Perkuat Komunikasi Keberlanjutan demi Dukung Pembangunan Peradaban Masa Depan
-
Fundamental, PANI jadi Salah Satu Emiten Properti Terkuat di Pasar Modal
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Pekan Ini Investor Saham Lakukan Transaksi Capai Rp30 Triliun