Bisnis / Makro
Kamis, 05 Maret 2026 | 12:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membela program MBG yang menjadi salah satu sorotan lembaga pemeringkat Fitch Ratings dalam laporan terbarunya terkait prospek fiskal Indonesia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sorotan lembaga pemeringkat Fitch Ratings.
  • Airlangga menyatakan MBG adalah investasi jangka panjang pembangunan SDM, berdasarkan studi menghasilkan imbal hasil signifikan.
  • Pemerintah tetap melanjutkan implementasi program MBG sambil terus melakukan pemantauan progres di lapangan saat ini.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu sorotan lembaga pemeringkat Fitch Ratings dalam laporan terbarunya terkait prospek fiskal Indonesia.

Airlangga menegaskan program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia, sehingga tidak dapat dinilai hanya dari perspektif jangka pendek.

"MBG (Makan Bergizi Gratis) itu kan kalau beberapa studi dari World Bank maupun dari Rockefeller Foundation, itu dengan pelaksanaan MBG yang masif dan baik, itu investasi 1 dolar itu menghasilkan 7 dolar," kata Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, berbagai studi internasional menunjukkan bahwa program pemberian makanan bergizi bagi anak-anak memiliki dampak ekonomi yang besar dalam jangka panjang.

Menurut dia, program tersebut bukan sekadar belanja sosial, tetapi investasi yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan.

"Jadi itu adalah sebuah investasi. Dan banyak negara melakukan itu," ujarnya.
Airlangga bahkan mencontohkan bahwa program serupa juga diterapkan di sejumlah negara maju, termasuk Amerika Serikat.

"Bahkan Amerika pun melakukan itu," ucapnya.

Ia menilai kebijakan seperti MBG harus dilihat dalam kerangka pembangunan jangka menengah hingga jangka panjang, bukan hanya mempertimbangkan dampak fiskal jangka pendek.

"Sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term. Yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term," kata Airlangga.

Baca Juga: Pemerintah Rogoh Rp911,16 Miliar untuk Diskon Transportasi Lebaran 2026

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan evaluasi program tersebut setelah muncul perhatian dari Fitch, Airlangga mengatakan program MBG saat ini masih dalam tahap pelaksanaan awal.

Karena itu, pemerintah akan terus menjalankan program tersebut sambil melakukan pemantauan terhadap implementasinya di lapangan.

"MBG ini kan baru berjalan. Jadi kalau berjalan ya terus kita roll out," pungkasnya.

Load More