Suara.com - Ekonomi dibagi menjadi dua kategori: ekonomi mikro dan ekonomi makro. Apa perbedaan ekonomi mikro dan makro?
Ekonomi mikro adalah studi tentang individu dan keputusan bisnis, sedangkan ekonomi makro melihat keputusan negara dan pemerintah. Apakah perbedaan ekonomi mikro dan makro sesederhana itu? Tentu tidak.
Meskipun kedua cabang ekonomi ini tampak berbeda, mereka sebenarnya saling bergantung dan melengkapi satu sama lain. Banyak masalah yang tumpang tindih antara kedua bidang tersebut. Melansir dari investopedia berikut perbedaan ekonomi mikro dan makro.
Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro adalah studi tentang keputusan yang dibuat oleh orang dan bisnis mengenai alokasi sumber daya, dan harga di mana mereka memperdagangkan barang dan jasa. Ini mempertimbangkan pajak, peraturan dan undang-undang pemerintah.
Ekonomi mikro berfokus pada penawaran dan permintaan dan kekuatan lain yang menentukan tingkat harga dalam perekonomian. Dibutuhkan pendekatan bottom-up untuk menganalisis ekonomi. Dengan kata lain, ekonomi mikro mencoba memahami pilihan, keputusan, dan alokasi sumber daya manusia.
Karena itu, ekonomi mikro tidak mencoba menjawab atau menjelaskan kekuatan apa yang terjadi di pasar. Sebaliknya, ia mencoba menjelaskan apa yang terjadi ketika ada perubahan dalam kondisi tertentu.
Misalnya, ekonomi mikro meneliti bagaimana perusahaan dapat memaksimalkan produksi dan kapasitasnya sehingga dapat menurunkan harga dan bersaing dengan lebih baik. Banyak informasi ekonomi mikro yang bisa dipetik dari laporan keuangan perusahaan.
Ekonomi mikro melibatkan beberapa prinsip utama, termasuk di antaranya:
Baca Juga: Mensos Harap, Program Kewirausahaan Sosial Bisa Berkembang Bersama dengan Usaha Mikro
- Permintaan, Penawaran, dan Ekuilibrium
Harga ditentukan oleh hukum penawaran dan permintaan. Dalam pasar persaingan sempurna, pemasok menawarkan harga yang sama seperti yang diminta oleh konsumen. Ini menciptakan keseimbangan ekonomi. - Teori Produksi
Prinsip ini adalah studi tentang bagaimana barang dan jasa dibuat atau diproduksi. - Biaya Produksi
Menurut teori ini, harga barang atau jasa ditentukan oleh biaya sumber daya yang digunakan selama produksi. - Ekonomi Tenaga Kerja
Prinsip ini melihat pekerja dan pengusaha, dan mencoba memahami pola upah, pekerjaan, dan pendapatan.
Ekonomi Makro
Ekonomi makro mempelajari perilaku suatu negara dan bagaimana kebijakannya berdampak pada ekonomi secara keseluruhan. Ini menganalisis seluruh industri dan ekonomi, bukan individu atau perusahaan tertentu, itulah sebabnya pendekatan top-down. Ia mencoba menjawab pertanyaan seperti, "Seharusnya berapa tingkat inflasi?" atau "Apa yang mendorong pertumbuhan ekonomi?".
Ekonomi makro menganalisis bagaimana peningkatan atau penurunan ekspor neto berdampak pada neraca modal suatu negara, atau bagaimana produk domestik bruto (PDB) dipengaruhi oleh tingkat pengangguran.
Ekonomi makro berfokus pada agregat dan korelasi ekonometrik, itulah sebabnya pemerintah dan lembaga mereka mengandalkan ekonomi makro untuk merumuskan kebijakan ekonomi dan fiskal. Investor yang membeli sekuritas yang sensitif terhadap suku bunga harus mengawasi kebijakan moneter dan fiskal. Di luar beberapa dampak yang berarti dan terukur, ekonomi makro tidak menawarkan banyak untuk investasi tertentu.
John Maynard Keynes sering dikreditkan sebagai pendiri ekonomi makro karena ia memprakarsai penggunaan agregat moneter untuk mempelajari fenomena yang luas. Beberapa ekonom membantah teorinya, sementara banyak Keynesian tidak setuju tentang bagaimana menafsirkan karyanya.
Itulah perbedaan ekonomi mikro dan makro yang perlu kalian ketahui saat belajar ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi
-
Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini
-
Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi