Suara.com - Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Sebab lingkungan yang ada saat ini, kelak akan diturunkan kepada mereka. Jika suatu daerah tidak bisa menjaga lingkungan akibat banyak yang abai membuang sampah pada tempatnya, maka lingkungan tersebut akan rentan banjir. Hasilnya, “warisan” yang diturunkan ke generasi selanjutnya atau anak ialah lingkungan yang rentan banjir.
Oleh karenanya, penting melakukan edukasi lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Semata agar mereka bisa tumbuh menjadi seseorang yang memiliki perilaku menjaga lingkungan, semisal tidak membuang sampah sembarang. Karena – seperti diketahui – sampah menjadikan beban pada lingkungan atau alam.
Menyadari hal itu, PT Jababeka Tbk mengajak Bank Sampah Anak (BSA) Kenanga mengadakan program edukasi lingkungan untuk turut serta mengelola sampah di rumah.
Tujuannya, untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap sampah yang mereka hasilkan dalam kehidupan sehari-hari
Adapun sebanyak 15 anak perwakilan anggota BSA Kenanga mengikuti edukasi lingkungan ini selama dua hari.
Mereka, mulai dari kelas 3–6 SD sangat antusias menjalankan program yang dibuat oleh Jababeka bersama BSA Kenanga seusai pulang sekolah.
Pada hari pertama diadakan kegiatan pemutaran video tentang sampah plastik dan pembuatan ecobrick menggunakan botol dan kantong plastik bekas yang kemudian dirangkai menjadi bangku dan meja. Pada hari kedua, anak-anak melukis tong sampah dengan tema lingkungan yang kemudian dilanjutkan dengan aksi pungut sampah di sekitar BSA Kenanga.
Di mana sampah plastik yang mereka kumpulkan kemudian ditimbang dan dicatat ke dalam buku tabungan sampah mereka.
Karlina Ropi selaku Ketua PKK Kecamatan Cikarang Timur, yang turut hadir pada hari pertama, amat mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat di mana memberikan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang anak-anak pasca pulang sekolah.
"Jadi, mereka tidak sekedar bermain, melainkan bermain sambil belajar. Sehingga mereka pun mendapat kan ilmu dan pengalaman baru,” ujarnya ditulis Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Lakukan 4 Tips Ini agar Lebih Aman dan Nyaman Tinggal di Perantauan!
Hal itu bisa dilihat dari salah satu peserta yang bernama Egi. Ia mengaku sangat senang dan menikmati kegiatan kegiatan edukasi lingkungan ini.
“Saya senang bisa memungut sampah bareng teman-teman. Dan kemudian nanti hasil tabungannya bisa buat rekreasi dan beli peralatan sekolah” ungkapnya, singkat.
Sementara itu, Tjahjadi Rahardja selaku Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk menyampaikan bahwa kegiatan edukasi lingkungan merupakan salah satu wujud komitmen PT Jababeka Tbk yang amat menaruh perhatian terhadap kelestarian alam dan lingkungan.
Hal itu bisa terlihat dalam salah satu pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) yang fokus pada isu lingkungan, yaitu Jabat Lingkungan. Goal-nya, Jababeka terlibat secara intens hingga mampu memberi dampak langsung, dan bisa terbangun lingkungan kawasan dan sekitar yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
“Sementara untuk kegiatan edukasi lingkungan bersama Bank Sampah Anak Kenanga, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa, maka kami ingin membantu kebiasaan baik dalam menjaga lingkungan sejak kecil. Sehingga, harapannya, saat mereka tumbuh menjadi remaja hingga dewasa, kebiasaan baik mereka dapat terus jalani, bahkan bisa menular ke banyak orang,” tutup Tjahjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi
-
Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%
-
Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200