Bisnis / keuangan
Iwan Supriyatna
Bank Sampah Anak (BSA) Kenanga.

Suara.com - Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Sebab lingkungan yang ada saat ini, kelak akan diturunkan kepada mereka. Jika suatu daerah tidak bisa menjaga lingkungan akibat banyak yang abai membuang sampah pada tempatnya, maka lingkungan tersebut akan rentan banjir. Hasilnya, “warisan” yang diturunkan ke generasi selanjutnya atau anak ialah lingkungan yang rentan banjir.

Oleh karenanya, penting melakukan edukasi lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Semata agar mereka bisa tumbuh menjadi seseorang yang memiliki perilaku menjaga lingkungan, semisal tidak membuang sampah sembarang. Karena – seperti diketahui – sampah menjadikan beban pada lingkungan atau alam.

Menyadari hal itu, PT Jababeka Tbk mengajak Bank Sampah Anak (BSA) Kenanga mengadakan program edukasi lingkungan untuk turut serta mengelola sampah di rumah.

Tujuannya, untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap sampah yang mereka hasilkan dalam kehidupan sehari-hari
Adapun sebanyak 15 anak perwakilan anggota BSA Kenanga mengikuti edukasi lingkungan ini selama dua hari.

Baca Juga: Lakukan 4 Tips Ini agar Lebih Aman dan Nyaman Tinggal di Perantauan!

Mereka, mulai dari kelas 3–6 SD sangat antusias menjalankan program yang dibuat oleh Jababeka bersama BSA Kenanga seusai pulang sekolah.

Pada hari pertama diadakan kegiatan pemutaran video tentang sampah plastik dan pembuatan ecobrick menggunakan botol dan kantong plastik bekas yang kemudian dirangkai menjadi bangku dan meja. Pada hari kedua, anak-anak melukis tong sampah dengan tema lingkungan yang kemudian dilanjutkan dengan aksi pungut sampah di sekitar BSA Kenanga.

Di mana sampah plastik yang mereka kumpulkan kemudian ditimbang dan dicatat ke dalam buku tabungan sampah mereka.

Karlina Ropi selaku Ketua PKK Kecamatan Cikarang Timur, yang turut hadir pada hari pertama, amat mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat di mana memberikan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang anak-anak pasca pulang sekolah.

"Jadi, mereka tidak sekedar bermain, melainkan bermain sambil belajar. Sehingga mereka pun mendapat kan ilmu dan pengalaman baru,” ujarnya ditulis Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: Bahas Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta, Wagub DKI: Ikan-ikan Tidak Terkontaminasi

Hal itu bisa dilihat dari salah satu peserta yang bernama Egi. Ia mengaku sangat senang dan menikmati kegiatan kegiatan edukasi lingkungan ini.

Komentar