Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2021 bisa berada di rentang 5 persen hingga 6 persen.
Target ini dipasang demi mengejar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini bisa mencapai 4 persen.
"Pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa masuk di level 5 sampai dengan 6 persen untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 bisa masuk di level angka 3,5 sampai 4 persen," kata Airlangga dalam acara 'CEO Networking 2021' secara virtual Selasa (16/11/2021).
Airlangga menerangkan tren pemulihan ekonomi terus berlanjut hingga kuartal III 2021 setelah pada kuartal I 2021 masih tumbuh negatif. Tren perbaikan pertumbuhan ekonomi ini diharapkan terus berlanjut hingga tahun depan.
"Kuartal III tumbuh 3,51 persen dan diproyeksikan untuk tahun 2021 ini kita bisa jaga di level antara 3,5 sampai dengan 4 persen dan tentu penanganan pandem ini harus kita jaga," ucap Airlangga.
Dirinya menuturkan sejumlah indikator perbaikan ekonomi makin solid saja seperti Indeks Keyakinan Konsumen per Oktober 2021 sudah masuk dalam fase optimis atau berada pada angka 113,4, lebih tinggi dibandingkan 95,5 pada September 2021.
Selanjutnya penjualan eceran juga sudah naik ke 5,2 sehingga tentu dari segi sisi itu kita terlihat cukup baik. Kemudian kita lihat PMI Manufaktur juga sudah berada pada 57,2.
"Jadi sebetulnya optimismenya ada. Jika pandemi bisa dikendalikan dan kita jaga sampai dengan Q4, maka pada Q4 tahun 2021 belanja Pemerintah diperkirakan akan bisa meningkat," katanya.
"Sehingga diharapkan kuartal IV ini pertumbuhan ekonomi bisa masuk di level 5 sampai dengan 6 persen untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa 3,5 persen sampai 4 persen," pungkasnya.
Baca Juga: Disinggung Bisik-Bisik Dengan Surya Paloh, Airlangga Hartarto: Bicaranya Terus Terang
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
6 Fakta Evaluasi Mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia
-
Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru
-
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Pemerintah Sebut Kesepakatan RIAS Tetap Jalan Meski Ada Putusan Supreme Court
-
Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS
-
Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya
-
Kabar Terkini PNM Diambil Alih Negara, Danantara Jadi Penentu