Suara.com - Jelang pemberhentian operasional PT Indosat Mega Media (Indosat M2) atau layanan GIG pada 25 November 2021 nanti, pemerintah dituntut memberi perlindungan hak para pekerja yang kehilangan kerja.
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Mirah Sumirat meminta menteri ketenagakerjaan segera turun tangan membantu para pekerja yang terdampak.
Ia mengklaim, saat ini setidaknya ada 500-an pekerja di PT Indosat M2 yang terancam kehilangan pekerjaan tanpa kepastian hak yang mereka dapat.
Selain itu, merujuk pada informasi yang berkembang, ia menyebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate telah berkoordinasi terkait pemberhentian layanan internet tetap (fixed broadband) PT Indosat M2.
Para pemegang saham PT Indosat M2 juga mulai mengalihkan pelanggan dan pemenuhan hak pelanggan PT Indosat M2 yang saat ini berjumlah 50.000 orang.
"Jika Menkominfo peduli terhadap hak-hak pelanggan, maka Menteri Ketenagakerjaan jangan diam saja, harus segera turun tangan untuk memastikan terlindunginya hak-hak pekerja yang terdampak," kata dia.
ASPEK Indonesia selaku induk organisasi Serikat Pekerja PT Indosat Mega Media (Indosat M2) akan terus menuntut pemenuhan hak para pekerja.
"Apalagi para pekerja PT Indosat M2 adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dan kompetensi yang tinggi, yang selama ini terbukti mampu mengembangkan dan membangun industri telekomunikasi di Indonesia, khususnya dalam memberikan kontribusi kepada PT Indosat Tbk," tambah Mirah.
Ia juga meminta Kementerian Ketenagakerjaan memanggil Direksi PT Indosat M2 dan Direksi PT Indosat Tbk agar bisa berdiskusi untuk solusi terbaik bagi seluruh pekerja yang terdampak, mengacu pada Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku di PT Indosat M2.
Baca Juga: Hadiri Peluncuran Layanan 5G, Andi Sudirman Wisata Virtual ke Pulau Samalona
Alasannya lantaran pemberhentian operasional PT Indosat M2 bukan disebabkan kesalahan pekerja, tapi karena adanya kasus pidana yang menjerat perusahaan.
Berita Terkait
-
Atasi Permasalahan Tenaga Kontrak, Hyundai Dirikan Pabrik Baru Tanpa Serikat Pekerja
-
Ke Toilet SPBU di Probolinggo, Menteri BUMN Sentil Direksi Pertamina: Toilet Harus Gratis
-
Cara Cek Kuota Telkomsel Paling Praktis Pakai MyTelkomsel
-
7 Tahun FOKKA, Perkuat Soliditas Organisasi Demi Pelayanan Publik Lebih Baik
-
Hadiri Peluncuran Layanan 5G, Andi Sudirman Wisata Virtual ke Pulau Samalona
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis