Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meraih dua penghargaan sekaligus di ajang Indonesia Best BUMN Award 2021 Building Back Better yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi, yakni Agricultural Productivity Improvement Program dan Outstanding Financial Performance.
Penghargaan diberikan langsung secara virtual kepada Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman oleh Muhammad Ihsan selaku CEO & Chief Editor Warta Ekonomi dan disaksikan Fadel Muhammad selaku Founder & Commissioner Warta Ekonomi dan Tanri Abeng selaku Menteri BUMN periode 1998-1999.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyambut baik penghargaan yang didapat oleh perseroan. Menurut dia, penghargaan ini menjadi bukti kerja keras seluruh insan Pupuk Indonesia Grup.
"Alhamdulillah, puji syukur ke Hadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya, PT Pupuk Indonesia dapat memperoleh penghargaan dalam ajang Indonesia Best BUMN Award 2021 untuk kategori Outstanding Financial Performance dan Agricultural Productivity Improvement Program. Kami hadir di sini menerima penghargaan mewakili seluruh insan Pupuk Indonesia Grup, karena penghargaan ini sesungguhnya adalah milik seluruh karyawan dan keluarga besar Pupuk Indonesia," kata Bakir ditulis Kamis (25/11/2021).
Lebih lanjut Bakir mengatakan bahwa penghargaan yang didapat Pupuk Indonesia pada ajang ini merupakan hasil dari program transformasi bisnis serta komitmen perusahaan yang tidak pernah berhenti melakukan inovasi.
Inovasi yang telah dilakukan Pupuk Indonesia, dikatakan Bakir, salah satunya adalah Program Makmur. Program yang merupakan singkatan dari Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini juga merupakan bagian dari proses transformasi bisnis yang berkomitmen mendukung pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional.
Menurut Bakir, Program Makmur memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani. Ekosistem di sini menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agro input, ketersediaan pupuk non subsidi, dan offtaker.
Makmur dan berbagai terobosan lainnya dalam program transformasi bisnis juga telah membawa perusahaan meraih kinerja operasional yang sangat baik dan positif.
"Penghargaan ini merupakan wujud dari komitmen dan kerja keras Anda semua, yang tak pernah berhenti berinovasi dan memberikan kontribusinya, tidak hanya untuk perusahaan tapi juga untuk bangsa dan negara. Untuk itu, mewakili jajaran Direksi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi insan Pupuk Indonesia," ungkapnya. (Antara)
Baca Juga: Raih IPEA 2021, Kinerja Unggul Pupuk Kaltim Jadi Role Model Industri Tanah Air
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?