Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk menghapus penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sebab, pemerintah ingin mengalihkan penggunaan sumber energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT).
Menteri ESDM, Arifin Tasrif menjelaskan, peralihan ini untuk menekan emisi yang dihasilkan dari PLTD itu. Saat ini, kata dia, terdapat 58 lokasi yang menggunakan PLTD sebagai sumber energi listrik.
"Memang kami memiliki 2 giga watt solar, ini ada di 56-58 lokasi. Kami sudah targetkan untuk diganti dalam masa transisi ini dengan gas," ujar Arifin saat rapat kerja dengan Badan Legislasi DPR, Selasa (14/12/2021).
Arifin menuturkan, nantinya PLTD tersebut digantikan dengan pembangkit listrik dengan sumber gas. Rencananya peralihan ini, dilaksanakan bertahap hingga 2024.
Ia melanjutkan, peralihan energi ini tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga daerah terpencil yang masih menggunakan generator diesel sebagai sumber listriknya.
"Di samping itu, kami juga masih ada kurang lebih 5 ribu lokasi yang masih menggunakan pembangkit dengan generator diesel, yang kami upayakan untuk kami ganti dengan energi baru terbarukan yang sumbernya bisa dari daerah setempat," ucap dia.
Sebelumnya, Arifin berencana memberhentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di seluruh Indonesia. Pasalnya, pembangunan PLTU tidak masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021-2030.
Menurut Arifin, ke depan pembangunan pembangkit listrik akan ke arah energi baru terbarukan (EBT).
"Pembangkitan PLTU yang baru tidak lagi menjadi opsi kecuali yang saat ini sudah commited dan dalam tahap konstruksi. Hal ini untuk membuka peluang, membuka ruang yang cukup besar untuk pengembangan EBT," ujar Arifin dalam sebuah Webinar, Selasa (5/10/2021).
Baca Juga: PVMBG: Potensi Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Masih Ada
Arifin mengungkapkan, dalam RUPTL tersebut kini porsi pembangkit listrik ramah lingkungan dan EBT lebih besar dibanding energi fosil. Ia mengungkapkan, saat ini porsi pembangunan pembangkit listrik RUPTL sebesar 51,6 persen.
"RUPTL ini lebih hijau karena porsi penambahan pembangkit EBT hingga mencpai 51,6 persen lebih besar dibandingkan dengan penambahan fosil yang sebesar 48,4 persen," ucap dia.
Pemberhentian pembangunan PLTU ini, tutur Arifin, juga karena pembangunan pembangkit lain yang lebih murah. Misalnya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dinilai lebih murah dibandingkan PLTU.
"Itu kita upayakan untuk kita ganti dengan energi baru terbarukan yang sumbernya bisa dari daerah setempat," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!
-
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
-
Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi
-
Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit