Suara.com - Setiap orang pasti ingin terbebas dari berbagai risiko yang mungkin menimpa kesehatan tubuh. Selain melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan seperti dengan olahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi, memiliki jaminan sosial kesehatan juga menjadi salah satu cara untuk melindungi kesehatan diri.
Hal ini diungkapkan oleh Nurhalimah (50), warga Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara kepada Tim Jamkesnews pada Rabu (15/12/2021). Nurhalimah merupakan seorang ibu rumah tangga yang telah mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014.
“Saya daftar BPJS (red: JKN-KIS) sudah sejak pertama kali keluar. Sebelum JKN-KIS, kami peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Setelah beralih ke BPJS Kesehatan, kami upayakan mendaftar agar bisa punya jaminan kesehatan,” ungkap Nurhalimah.
Nurhalimah mengatakan, menjadi peserta JKN-KIS merupakan pilihannya sendiri. Keluarga Nurhalimah beberapa kali menggunakannya untuk berobat. Menurutnya pelayanan di era JKN-KIS jauh lebih baik, karena peserta mendapat kepastian memperoleh pelayanan hingga keluar daerah domisili.
Sebelum adanya program JKN-KIS masyarakat hanya bisa mengandalkan uang tabungan atau berharap bisa menjadi peserta Jamkesda. Kebanyakan orang memilih untuk menahan sakitnya di rumah, daripada harus mengeluarkan biaya untuk berobat.
Menyadari besarnya biaya berobat bagi keuangan keluarganya membuat Nurhalimah kerap mengingatkan suaminya untuk rutin membayar iuran setiap bulan. Uang tersebut disisihkan suaminya yang berprofesi sebagai pengemudi. Nurhalimah juga berharap dapat bergotong royong membantu peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan jaminan kesehatan.
“Awalnya kami daftar di kelas II, tapi karena bayar iurannya kesulitan kami putuskan untuk turun ke kelas III. Alhamdulillah sekarang bayar iurannya lancar dan sesuai dengan kemampuan. Setiap bulan kami bayar, mana tahu nanti tiba–tiba diperlukan,” tutur Nurhalimah.
Kepada peserta JKN-KIS Nurhalimah berharap agar selalu menunaikan kewajibannya untuk membayar iuran. Dengan memastikan KIS aktif, maka peserta memiliki jaminan finansial untuk berobat. JKN-KIS bisa menjadi persiapan menghadapi risiko kesehatan yang datang secara tiba – tiba.
“Program ini bagi saya sangat membantu. Sekarang banyak orang yang sakit, bingung mau berobat ke mana. Kalau sudah jadi peserta JKN-KIS, kita sudah tahu mau berobat kemana, semua sudah diatur alurnya,” tutup Nurhalimah.
Baca Juga: Manfaat Daun Kelor atau Moringa Leaf, Baik untuk Penderita Diabetes hingga Kanker
Berita Terkait
-
Harus Cuci Darah Setiap Selasa dan Jumat, Pasien Ini Bersyukur Ada BPJS Kesehatan
-
Kota Metro Jamin Akses Kesehatan Seluruh Warga melalui Program JKN-KIS
-
Rokok Sebabkan Jaminan Kesehatan Nasional Jebol, Setahun Bisa Capai Rp27,7 Triliun
-
Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2022 Berkisar Rp75 Ribu, Pakar: Minta Pemerintah Tak Memaksa
-
2 Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan Secara Online
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
-
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
-
Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?
-
73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis
-
Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan
-
Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah
-
Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional
-
Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI
-
Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi