Suara.com - Pemilik SpaceX sekaligus orang terkaya di dunia, Elon Musk menyebut, dirinya berencana membuat mega proyek di Mars berlangsung lebih cepat.
“Saya akan terkejut jika kita tidak mendarat di Mars dalam waktu lima tahun,” ujar Musk kepada Time Magazine, mengenai misi SpaceX yang membawa umat manusia ke Mars.
Pria yang juga pemilik dari Tesla ini baru saja dinobatkan sebagai 'Person of the Year' majalah Time. Meski memiliki rencana besar di Mars, Elon Musk memang sudah sudah cukup lama mengincar planet merah sebagai langkah taktis proyek ambisius miliknya.
Ia berencana membangun kota mandiri dengan pertanian hidroponik bertenaga surya di Mars sehingga manusia bisa hidup permanen di planet itu.
"Hal besar berikutnya adalah membangun kota mandiri di Mars dan membawa hewan dan makhluk Bumi ke sana," kata Musk kepada Time.
“Seperti perahu [Nabi] Nuh yang futuristik. Namun, kami akan membawa lebih dari dua — agak aneh jika hanya ada dua," sambung dia.
Dikutip via Warta Ekonomi, sebelum rencana ambisius Elon Musk ini, pakar luar angkasa sudah memperkirakan manusia bisa terbang ke Mars paling cepat tahun 2029.
Bahkan, sejumlah pengamat juga sulit memperkirakan pemukiman manusia di Mars dalam jangka panjang. Meski demikian, nampaknya hal itu tak menurunkan minat Musk.
Orang terkaya di dunia dengan perkiraan total kekayaan USD247 miliar (Rp3.553 triliun), menurut Forbes ini memiliki rekam lompatan luar biasa untuk kemajuan teknologi.
Baca Juga: Gaya Elon Musk di Majalah Time Tuai Atensi, Diejek karena Potong Rambut Sendiri
Perusahaan miliknya, yakni SpaceX yang belum lama ini ditaksir senilai USD100 miliar jadi pemain utama dalam teknologi luar angkasa.
April lalu, perusahaan tersebut dianugerahi kontrak eksklusif NASA untuk menempatkan astronot AS di bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.
Meski ambisius dengan proyeknya, Elon mengklaim, dirinya tidak bertujuan mencari untung dengan proyek Mars melainkan hanya mengikuti mimpinya.
Berita Terkait
-
Elon Musk dan Jeff Bezos Berlomba ke Luar Angkasa, Bill Gates Pilih Malaria dan TBC
-
Demi Tekan Biaya Perusahaan, Bos Tesla Surati Karyawan Agar Kurangi Lembur
-
Greysia Polii hingga Sisca Kohl, Ini 5 Sosok Paling Dicari di Google Indonesia Tahun 2021
-
Ilmuwan Melihat Air Es di Bawah 'Grand Canyon' Mars
-
Gaya Elon Musk di Majalah Time Tuai Atensi, Diejek karena Potong Rambut Sendiri
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton
-
Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK
-
Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!
-
Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia
-
Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu
-
Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap
-
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
-
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok