Suara.com - Harga minyak dunia naik pada perdagangan hari Rabu di tengah kekhawatiran pasokan yang kian menipis dan penarikan persediaan AS.
Mengutip CNBC, Kamis (23/12/2021) minyak mentah berjangka Brent menetap USD1,31, atau 1,77 persen lebih tinggi pada USD75,29 per barel setelah naik 3,4 persen di sesi terakhir.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,64, atau 2,3 persen menjadi menetap di USD72,76 per barel.
Persediaan AS turun lebih dari yang diharapkan, dengan stok minyak mentah turun 4,7 juta barel, meskipun sebagian karena pertimbangan pajak akhir tahun yang mendorong perusahaan untuk tidak menyimpan barel minyak mentah.
“Kami melihat penurunan produksi, kami melihat persediaan dan minyak mentah jatuh, sehingga memberikan pasar pandangan yang mendukung,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.
Penyimpanan bensin naik tajam dalam minggu terakhir, mengipasi kekhawatiran bahwa wisatawan AS tiba-tiba mengubah rencana, berpotensi merugikan permintaan di konsumen bensin terbesar di dunia.
“Covid membunuh permintaan bensin hanya dalam seminggu - orang yang mengemudi tidak terjadi,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho Securities.
Pembatasan mobilitas yang didorong oleh virus corona di seluruh dunia menambah kekhawatiran akan penurunan permintaan bahan bakar. Jerman, Irlandia, Belanda, dan Korea Selatan telah melakukan penguncian akibat meningkatnya penyebaran varian Omicron.
Baca Juga: Legislatif Soroti Harga Minyak Goreng Melambung Tinggi: Sektor yang Mengagetkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN