Suara.com - Istilah akuntabilitas seringkali terdengar di bidang akuntansi. Secara umum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Akuntabilitas adalah perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan atau keadaan yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
Menurut ahli Akuntansi Lawton and Rose, akuntabilitas adalah proses saat seseorang atau sebuah organisasi membuat laporan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.
Laman investasi, Investopedia, menjelaskan akuntabilitas adalah wujud tanggung jawab atas perilaku atau etika terhadap orang lain.
Di dunia profesional, akuntabilitas perusahaan meluas kepada perusahaan, pemegang saham, karyawan, dan pandangan masyarakat tempat lembaga itu beroperasi. Pembuktian terkait akuntabilitas juga dilakukan dengan asesmen kinerja perusahaan dari segala aspek dengan penilaian dari orang lain.
Akuntabilitas telah menjadi konsep penting dalam pembukuan keuangan perusahaan. Keadaan ini sangat relevan dengan praktik akuntansi yang diadopsi oleh perusahaan saat membuat laporan keuangan yang akan disampaikan kepada pemegang saham dan pemerintah.
Tanpa cek, saldo, dan konsekuensi untuk kesalahan, perusahaan tidak dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan dan pasar terhadap produknya.
Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir akuntabilitas perusahaan meluas tidak hanya dari segi pelaporan kinerja.
Namun juga dalam setiap kegiatan perusahaan karena mereka akan berpengaruh kepada publik. Dampak lingkungan perusahaan, keputusan investasinya, dan perlakuannya terhadap karyawannya sendiri semuanya berada di bawah pengawasan publik.
Meski akuntabilitas dimaknai dengan sangat luas, akuntabilitas perusahaan adalah tentang angka-angka. Setiap perusahaan publik diminta untuk menerbitkan laporan keuangan setiap tiga bulan dan setiap tahun merinci pendapatan dan pengeluarannya.
Baca Juga: BNI Life Angkat Dua Komisaris Baru
Auditor yang meninjau laporan keuangan perusahaan bertanggung jawab untuk mendapatkan jaminan yang wajar bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kesalahan tak sengaja dan manipulasi oknum.
Akuntabilitas mengharuskan akuntan perusahaan untuk berhati-hati dan berpengetahuan luas, karena merekalah yang dianggap bertanggung jawab secara hukum atas kelalaian.
Seorang akuntan bertanggung jawab atas integritas dan keakuratan laporan keuangan perusahaan, bahkan jika kesalahan atau salah saji dibuat oleh orang lain dalam organisasi.
Inilah sebabnya mengapa akuntan luar independen mengaudit laporan keuangan. Perusahaan publik diharuskan memiliki komite audit di dalam dewan direksi. Tugas mereka adalah mengawasi audit. Selain perusahaan, akuntabilitas juga dinilai pada lembaga pemerintah, media, bahkan sosial media.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900
-
BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI