Suara.com - Awal 2026 menjadi titik balik bagi banyak mitra pengemudi Gojek di Indonesia. Melalui Program Apresiasi Mitra, Gojek menghadirkan langkah konkret: tidak sekadar simbolis, melainkan benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendasar para driver. Yaitu perlindungan jaminan sosial dan kesehatan. Mitra berprestasi kini mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara gratis—sebuah kebijakan yang memberi rasa aman saat mereka beraktivitas di jalan setiap hari.
Program ini pertama kali diumumkan di Surabaya pada akhir 2025 dan resmi berlaku secara nasional sejak Februari 2026. Kebijakan tadi dirancang untuk memperkuat keberlanjutan penghasilan mitra, sekaligus memastikan mereka memiliki perlindungan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mulai dari kecelakaan kerja hingga risiko kesehatan lainnya. Di tengah dinamika pekerjaan transportasi online yang penuh tantangan, jaminan ini menjadi fondasi penting bagi ketenangan kerja.
Farid Setiawan, mitra pengemudi asal Surabaya, merasakan langsung dampaknya. Ia menyatakan kini bisa bekerja dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Jika sebelumnya ia harus menyisihkan penghasilan untuk membayar iuran perlindungan secara mandiri, kini beban terangkat. Menurutnya, bukan hanya soal penghematan biaya, melainkan rasa aman bagi keluarga di rumah. Ketika risiko terjadi, sudah ada jaminan pengobatan dan pemulihan. Ketenteraman itu terasa nyata, terutama bagi mereka yang menggantungkan nafkah harian dari jalanan.
Pengalaman senada disampaikan Febri, mitra driver lainnya. Ia menuturkan kini tak lagi khawatir memikirkan biaya perlindungan. Baginya, kepastian bahwa seluruh risiko dasar sudah ditanggung membuatnya bisa lebih fokus bekerja. Harapannya sederhana: agar program ini terus berlanjut dan semakin banyak mitra yang merasakan manfaatnya.
Langkah GoTo, sebagai induk Gojek, juga mendapat perhatian dari pengamat ketenagakerjaan. Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai kebijakan ini sebagai terobosan penting dalam industri transportasi online. Ia berharap lebih banyak aplikator mengikuti langkah serupa, karena perlindungan jaminan kecelakaan kerja, kematian, dan kesehatan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar bagi pekerja dengan risiko tinggi. Tanpa perlindungan yang memadai, satu insiden saja bisa mengguncang stabilitas ekonomi keluarga mitra.
Tak berhenti pada BPJS gratis, Program Apresiasi Mitra juga menghadirkan berbagai dukungan operasional yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Mitra dengan kinerja terbaik—yang diukur dari tingkat penerimaan order, penyelesaian perjalanan, dan jumlah jam online—berhak memperoleh bonus poin yang dapat ditukarkan dengan voucher BBM melalui MyPertamina, paket data internet, token listrik, voucher makanan, atribut resmi, hingga dukungan perawatan kendaraan. Selain itu, tersedia pula insentif bulanan dalam bentuk saldo GoPay sebagai bentuk apresiasi berkelanjutan atas kontribusi mereka.
Menjelang Ramadan dan Idulfitri, GoTo juga memastikan keberlanjutan perhatian kepada mitra dengan kembali menyalurkan Bonus Hari Raya bagi yang memenuhi kriteria, melanjutkan inisiatif yang telah berjalan sebelumnya.
Di sisi lain, tersedia pula program Langganan Gacor, yang memberi kesempatan bagi mitra berprestasi untuk menerima order GoRide Hemat tanpa potongan komisi. Saat order tersebut diterima, tidak ada potongan komisi yang dibebankan kepada mitra, sehingga mitra memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan tanpa kehilangan fleksibilitas mengambil layanan lain.
Keseluruhan inisiatif ini memperlihatkan bahwa apresiasi terhadap mitra terus diwujudkan dalam perlindungan nyata dan peluang peningkatan penghasilan. Bagi para driver ojol, BPJS gratis bukan sekadar fasilitas administratif. Ia adalah jaring pengaman, sumber ketenangan, dan bukti bahwa kerja keras mereka di jalanan mendapat pengakuan yang layak. Dengan rasa aman itu, mereka bisa terus melaju—bukan hanya untuk penumpang, tetapi juga untuk masa depan keluarga yang menanti di rumah.***
Baca Juga: Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
Berita Terkait
-
Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
-
Pengalihan Penerima BPJS PBI-JK, Gus Ipul: Agar Lebih Tepat Sasaran
-
Mitsubishi Motors Suguhkan Destinator dan Xforce 55th Anniversary Edition di IIMS 2026
-
Deretan Brand dan Aftermarket Luncurkan Produk Baru di IIMS 2026
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan