Suara.com - Investasi forex, belakangan ini jadi jenis investasi yang cukup populer, apalagi tak sedikit public figure atau influencer yang juga terjun ke investasi ini. Semakin hari, tools yang membantu kita untuk melakukan investasi forex juga semakin banyak. Salah satunya adalah robot trading forex.
Dalam berinvestasi, kita memang perlu bijak dalam mengambil keputusan. Apalagi investasi forex bisa dilakukan setiap hari selama 24 jam, yang membuat kita harus berhati-hati dalam mengambil setiap keputusannya.
Sikap hati-hati juga perlu diterapkan ketika memilih tools atau peranti pendukung investasi forex. Seperti telah disebutkan, kini banyak bermunculan penyedia robot trading forex, yang menawarkan berbagai keuntungan yang menggiurkan.
Robot trading forex disebut cocok untuk investor pemula, karena bisa membantu kita dalam mengambil keputusan. Hal ini, karena robot trading forex menggunakan teknologi Expert Advisor atau EA.
Untuk pemula, memilih robot trading forex memang perlu lebih selektif. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan, terutama legalitas dan track record dari perusahaan tersebut. Tak lupa pula, kemudahan dalam penggunaan dan kinerja yang konsisten juga perlu menjadi perhatian.
Dengan memilih robot trading forex yang tepat, tentu investasi akan bisa dilakukan lebih aman dan nyaman. Sebagai tools atau alat pendukung dalam berinvestasi, robot trading forex memiliki peran penting dalam menghasilkan keuntungan dari investasi yang kita lakukan.
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah legalitas dan track record perusahaan yang menawarkan robot trading. Akan lebih baik lagi, jika perusahaan yang menawarkan robot trading forex, telah bekerja sama dengan perusahaan investasi berjangka yang telah mengantongi izin BAPPEBTI.
Seperti misalnya PT Teknologi Otomatis Roket, penyedia robot trading forex yang telah bekerja sama dengan PT HFX Internasional Berjangka, yang sudah dilisensi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI.
Robot trading forex yang digawangi oleh PT Teknologi Otomatis Roket adalah Robot Sparta. Robot Sparta hadir dengan teknologi bernama Space Z, yang akan membantu kita dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Indonesia Ajak Amerika Serikat Berinvestasi di Tol Trans-Sumatera
“Kami telah mengeluarkan EA (Expert Advisor) generasi terbaru dengan teknologi Space Z, yang menjawab kebutuhan masyarakat, yang ingin mencari passive income di era new normal seperti sekarang ini,” kata Fuad Zakiy ditulis Sabtu (25/12/2021).
Di sisi lain, kerja sama antara PT Teknologi Otomatis Roket dan PT HFX Internasional Berjangka juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat secara umum, dan khususnya user Robot Sparta, agar lebih bijak dalam memilih broker.
Fuad Zakiy mendorong user mereka untuk memilih broker yang telah dilisensikan langsung oleh BAPPEBTI.
"Kami selalu merekomendasikan semua user kami untuk menggunakan broker yang dilisensikan langsung oleh BAPPEBTI, sehingga keamanan dan kenyamanan user bisa terjamin dalam bertransaksi karena diawasi langsung oleh pemerintah RI," terang Direktur Utama PT Teknologi Otomatis Roket ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan