Suara.com - Mitra Mandiri Sukses Group Indonesia - MMSGI – melalui Yayasan Life After Mine (YLAM) melanjutkan rangkaian inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Melalui program ‘Vaksin Gotong Royong’, YLAM melakukan serbuan vaksinasi di beberapa wilayah di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tingkat vaksinasi warganya masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Demi meningkatkan partisipasi warga, YLAM menggunakan beragam cara baru salah satunya melalui pembagian paket sembako dan bantuan sosial lainnya.
Hal ini sejalan dengan himbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian baru-baru ini kepada pemerintah daerah untuk menggunakan dana belanja tidak terduga dan bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meningkatkan vaksinasi masyarakat.
Beragam cara-cara baru yang dilakukan YLAM, khususnya dengan memberikan bantuan sembako dan bantuan sosial lainnya terbukti efektif. Partisipasi warga yang menerima vaksinasi dan bantuan sembako mencapai 7,000 orang dalam waktu kurang dari satu bulan terakhir.
Di Tenggarong, Kaltim, YLAM bersama PT Multi Harapan Utama (MHU) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar berhasil menyuntikkan 1.000 dosis vaksin dan membagikan 1.000 paket sembako.
Demikian juga di Kecamatan Loa Janan dan Jonggon, serbuan vaksin dan paket bantuan sosial lainnya berhasil menjaring 2.500 warga penerima, berkat dukungan dari dan kerjasama dengan TNI Angkatan Darat (AD), Kodam VI Mulawarman.
Di Balikpapan, Kaltim, dalam operasi yang langsung dipimpin oleh Pangdam VI Mulawarman Mayjen Teguh Pudjo Rumekso, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini berhasil menjaring 500 warga untuk divaksinasi yang terdiri 250 vaksin untuk anak-anak berusia 6 – 11 tahun, dan 250 dosis vaksin untuk warga dewasa.
Bersamaan dengan serbuan vaksinasi, YLAM bersama PT Mitra Murni Perkasa (MMP), bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman juga membagikan 1.200 paket bantuan sembako.
Di Kabupaten Banjar Baru, Kalsel, KODAM VI Mulawarman berhasil melakukan serbuan vaksinasi dan membagikan bantuan sembako terhadap 3.000 orang warga, bekerjasama dengan YLAM dan PT Mitra Agro Semesta (MAS). MHU dan MMP adalah anak-anak perusahaan di bawah kepemilikan dan kendali MMSGI, sedangkan MAS adalah perusahaan swasta mitra kerja YLAM.
Baca Juga: BIN Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Lampung Selatan Mulai Hari Ini
Diawali dengan perhatian YLAM terhadap rendahnya tingkat vaksinasi di Kabupaten Kukar, Kaltim, program Vaksin Gotong Royong ternyata berhasil mendapatkan sambutan yang positif dan cukup massal dari pemerintah daerah dan warga, sehingga terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lainnya di Kalimantan.
Kabupaten Kukar memiliki populasi penduduk terpadat kedua di provinsi Kaltim, namun saat itu tingkat vaksinasi dosis 1 (57%) dan dosis 2 (41%) masih dibawah rata-rata Provinsi Kaltim yaitu dosis 1 (67%) dan dosis 2 (46%), dan rata-rata nasional, yaitu dosis 1 (65%). dan dosis 2 (43%).
Terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Kukar yang merupakan area kerja MHU dengan jumlah penduduk terpadat yaitu Tenggarong, Loa Janan dan Loa Kulu. Setelah kegiatan Vaksin Gotong Royong, Kabupaten Kukar saat ini dinyatakan telah mencapai herd immunity dengan tingkat vaksinasi dosis 1 (72%) dan dosis 2 (52%) yang mendekati rata-rata nasional, yaitu dosis 1 (74%) dan dosis 2 (43%).
“Awalnya hasil analisa tim kami menunjukan tingkat vaksinasi masyarakat di beberapa wilayah pasca penambangan masih perlu ditingkatkan cukup signifikan. Seperti di sekitat wilayah kerja MHU, MMP, dan MA. Namun karena lokasinya yang tidak mudah dijangkau, diperlukan kerjasama antara mitra swasta, pemerintah daerah, bahkan TNI dalam mendorong partisipasi warga. Setidaknya sampai mencapai herd immunity, bahkan kalau bisa sama dengan rata-rata vaksinasi provinsi dan nasional.” kata Andrew Hidayat, selaku Pembina YLAM ditulis Selasa (28/12/2021).
Menurut Andrew, tingkat kesehatan warga berkaitan langsung dengan kemajuan ekonomi dan pembangunan di setiap daerah, sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan kemajuan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Awalnya kami memulai dengan 1.000 dosis vaksin untuk warga di tiga kecamatan di Kabupaten Kukar. Namun karena antusiasme tinggi dan massal yang ditunjukkan masyarakat dalam merespon program ini kami putuskan untuk menambah volume vaksin, memikirkan cara-cara baru untuk semakin meningkatkan partisipasi warga, serta memperluas wilayah yang bisa dijangkau. Sehingga bisa memaksimalkan dukungan dan partisipasi luar biasa dari pemerintah daerah dan dari para pimpinan TNI AD,” ungkap Adri Martowardojo, selaku pengurus YLAM.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul
-
Nominal BHR Ojol Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive 2026: Cek Jadwal Cairnya
-
IHSG Masih Rebound di Sesi I, 630 Saham Meroket
-
Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru
-
Batas Maksimal Tarik Tunai ATM Pecahan Rp 20.000, THR Bisa Sepuasnya?
-
Fitch Ratings Soroti MBG, Airlangga: Itu Investasi Menguntungkan
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Chandra Asri Group Nyatakan Force Majeure
-
Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong
-
SMF Bakal Ajukan PMN Rp5,39 Triliun untuk Pembiayaan FLPP 2026
-
Emas Antam Mulai Perlahan Naik Lagi, Harganya Kini Rp 3.049.000/Gram