Suara.com - Meskipun 2021 perekonomian masih dibayang-bayangi dengan ketidakpastian, Enesis Group berhasil membawa performa perseroan tumbuh lebih baik. Hingga Desember 2021, Enesis Grup mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga double digit.
Chief Sales and Marketing Officer Enesis Group, Ryan Tirta Yudhistira mengatakan, ada lima hal yang sudah dilakukan sehingga perseroan bisa tumbuh double digit. Pertama, menggenjot program CSR (Corporate Social Responsibility) seperti membagi-bagikan healthy kit kepada masyarakat. Healthy kit itu berisi produk-produk kesehatan seperti antis, aminuzer, soffell, adem sari, herbal, dan lain sebagainya.
Enesis Group menggandeng Tokopedia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), PT Angkasa Pura, MRT, Kereta Commuter Indonesia serta maskapai penerbangan Citilink untuk membagikan healthy kit. Sektor pariwisata dan perhubungan menjadi fokus Enesis Group lantaran begitu Covid-19 mewabah di Indonesia, nyaris semua orang takut untuk bepergian menggunakan transportasi umum.
"Nah kita berikan healthy kit itu dengan harapan masyarakat Indonesia bisa menggunakannya dan bisa terhindar dari Covid-19. Program ini sebenarnya sudah dimulai sebelum pandemi, tapi waktu pandemi mulai mewabah pada Maret 2020, itu semakin digalakkan lagi," tutur Ryan dalam Media Gathering yang diselenggarakan di The Terace Senayan pada Rabu, (19/1/2022).
Kedua, Enesis Group aktif terlibat di program-program pemerintah dalam membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah program vaksinasi. Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Enesis Group menggelar sentra vaksinasi Covid-19 di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur pada 21 Juni-8 Juli 2021.
"Kemudian kami juga bekerjasama dengan Kemenpar untuk memberikan vaksinasi kepada pekerja di sektor wisata," imbuhnya.
Ketiga, konsisten menjaga kualitas produk. Menurut Ryan, menjaga kualitas produk adalah elemen utama yang perlu dilakukan oleh Perseroan. Sebab, produk berkualitas membuat perseroan tetap bisa tumbuh di tengah sengitnya persaingan. Contohnya produk Hand Sanitizer bermerek Antis. Salah satu brand Enesis Group ini bisa mempertahankan eksistensinya sejak 1999 hingga sekarang. Bahkan, Antis kini bisa menjadi pionir untuk produk Hand Sanitizer dengan market share 70%.
"Walaupun semenjak Covid-19 ada 30 brand masuk ikut-ikutan dan banyak yang banting-banting harga. Kita percaya yang namanya konsistensi dan inovasi itu outputnya tidak dalam 1-2 tahun tapi dalam 5-15 tahun. Itu kenapa sampai saat ini Antis masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia," katanya.
Keempat memperluas market ke ranah digital. Kata Ryan, e-commerce saat ini menjadi salah satu media jual-beli yang paling sering digunakan. Tak hanya menguntungkan para pembeli, e-commerce juga sangat memudahkan para penjual. Dengan memanfaatkan platform e-commerce, perseroan dapat memperoleh jangkauan konsumen yang lebih besar. Melihat hal tersebut, Enesis Grup pun masuk ke pasar online.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid, Enesis Group Gandeng Kemenhub Bagikan Healthy Kit
"Waktu pandemi masuk Indonesia, mini market tutup. Bahkan tidak boleh buka sampai malam. Jam 18.00, Indomaret-Alfamart harus sudah disuruh tutup, pasar juga bukanya cuma setengah hari. Kita melihat akses masyarakat Indonesia untuk mendapatkan produk kesehatan harus tetap dijaga, makanya kita melakukan kerjasama dengan e-commerce," katanya.
Selain itu, Enesis Group juga memanfaatkan channel business to business (B2B) untuk mempertahankan bisnisnya di masa Pandemi Covid-19.
"Kami kami datang langsung ke pemilik perusahaan, mal, restoran untuk menawarkan produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan. Makanya sekarang banyak hotel-hotel yang sudah menggunakan produk-produk kita. Itu hasil channel B2B yang mulai diseriuskan di awal 2021. Channel B2B ini berkontribusi 10% dari total pendapatan Enesis Group," katanya.
Terakhir yang dilakukan perusahaan adalah mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan produk-produk kesehatan melalui media massa, elektronik pun cetak. Menurutnya publikasi yang tersampaikan dengan baik di media massa tentang produk-produk kesehatan memiliki peranan yang penting untuk kemajuan bisnis perseroan.
Berita Terkait
-
Enesis Group Terus Lakukan Penetrasi Pasar untuk Dongkrak Penjualan
-
Antis dan Tiket.com Dukung Program CHSE untuk Bangkitkan Industri Pariwisata
-
Penumpang KRL Dapat Hand Sanitizer Gratis Aroma Pisang di Stasiun Bogor dan Tanah Abang
-
Mahasiswa Upgris Produksi Hand Sanitizer untuk Bantu Atasi Pandemi
-
Kepulauan Seribu Dapat Bantuan 80.000 Masker dan 80 Jerigen Hand Sanitizer
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui