Suara.com - Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin ditangkap Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Langkat pada Selasa (18/1/2021) lalu. KPK juga turut mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya bukti transaksi suap para pihak yang diamankan dalam OTT di Langkat.
Usai penangkapan ini, nama bupati itu semakin banyak dibahas di berbagai lini media sosial, terlebih terkait total kekayaan Bupati Langkat yang mencapai lebih dari Rp95,1 miliar.
Melansir dari aporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negera (LHKPN) di KPK, saat Terbit Rencana mencalonkan sebagai Bupati Langkat pada 2018, ia memiliki harta Rp95,1 miliar yang membuatnya menjadi salah satu calon kepala daerah terkaya di Indonesia.
Kekayaannya berasal dari aset properti 10 bidang tanah di Kota Langkat senilai Rp3,2 miliar dan kendaraan yakni delapan mobil senilai Rp1,3 miliar dan berbagai harta lainnya hingga mencapai Rp90 miliar.
Setahun setelahnya, harta Terbit Rencana menyusut menjadi Rp90 miliar saja, berkurang Rp5,1 miliar.
Kekayaan mantan Bupati Langkat itu kembali berkurang pada laporan periodik tahun 2020. Mayoritas kekayaan Terbit Rencana yang menyusut berasal dari harta lainnya
Berita Terkait
-
Hakim PN Surabaya, Panitera hingga Pengacara Dicokok KPK, Begini Respons KY
-
Terungkap! Hakim PN Surabaya yang Kena OTT KPK Ternyata Itong Isnaeni Hidayat
-
Ini Hakim yang Disebut-sebut Ditangkap KPK di Kantor PN Surabaya
-
3 Kali OTT di Awal Tahun 2022, KPK Berharap Ada Efek Jera
-
Hakim IH Dan Panitera Kena OTT KPK, Humas PN Surabaya: Kami Blank Dan Kaget
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif