Suara.com - Restoran Holywings sedang viral di media sosial. Pasalnya salah satu cabang di Bogor, Jawa Barat kini menjual minuman tradisional seperti es teler, selendang mayang, dawet ayu, bir kotjok, bajigur, wedang jahe hingga es kuwut. Publik pun bertanya siapa pemilik Holywings dan bagaimana ide menghadirkan nuansa tradisional itu muncul.
Wajar rasanya bila banyak yang keheranan. Selama ini Holywings memang dikenal sebagai tempat nongkrong kekinian dengan suasana milenial. Alih-alih kudapan tradisional, tempat dengan konsep ini lebih cocok menghadirkan makanan ala barat. Minuman beralkohol juga sudah umum ditemui di tempat ini.
Warganet juga terheran-heran karena minuman tradisional itu dijual dengan harga Rp38.000 per gelas. Pemilik Holywings juga diduga untung besar karena jenis minuman yang sama di pasar tradisional akan dibandrol jauh lebih murah.
Melansir berbagai sumber, pemilik Holywings adalah pengacara kondang Hotman Paris dan artis Nikita Mirzani. Hotman dan Nikita adalah pemegang saham terbesar restoran tersebut.
Namun, bisnis tersebut dirintis enterpreneur Eka Setia Wijaya dan Ivan Tanjaya sekitar 2014 silam. Sebelumnya kedua sahabat ini mencoba berbagai konsep usaha F and B sebelum memutuskan bahwa Holywings menjadi bisnis yang paling cocok. Sebelumnya mereka pernah mencoba bisnis di bidang nasi goreng.
Holywings dikenal sebagai beer house dan kelab malam. Maka tak heran jika menu-menu tradisional cukup menggemparkan. Warganet sempat menjulukinya sebagai Holywings syariah.
Biasanya Holywings memang dikenal sebagai tempat untuk bersantai dengan minuman beralkohol. Minuman tradisional seperti bajigur dan wedang jahe tak pernah terlintas bagi banyak orang yang hendak untuk datang.
Minuman tradisional itu nantinya akan dikemas dengan cantik dan estetik. Wedang jahe dan bajigur pun tetap terlihat ciamik untuk masuk ke dalam Instastory.
Di Jakarta, resto Holywings yang terletak di bilangan Kemang pada September tahun lalu. Pengunjung diketahui tumpah ruah memadati klub di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tempat ini pun kena grebek aparat berwajib.
Baca Juga: Dihadiri Wali Kota, Holywings Resmi Buka di Kota Bogor, Bima Arya Beri Pesan Ini ke Hotman Paris
Setelah kerumunan dibubarkan oleh petugas, manajemen resto dibebani penutupan 3 x 24 jam. Sanksi pembekuan usaha dilakukan karena Holywings terbukti melanggar aturan PPKM saat itu.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Masih Boleh Jual Miuman Beralkohol, Holywings Dianggap Tak Pantas Disebut Ramah Keluarga
-
Nikita Mirzani Kembali Dituduh Sentil Fuji, Warganet malah Curigai Akun Bodong
-
Hollywings Bogor Resmi Dibuka, Bima Arya Minta Tidak Ada Alkohol di Atas Lima Persen
-
Viral Daftar Menu di Holywings Bogor, Publik Heran Cek Ada Minuman Ini: Cocok Buat Remaja Jompo
-
Dihadiri Wali Kota, Holywings Resmi Buka di Kota Bogor, Bima Arya Beri Pesan Ini ke Hotman Paris
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru