Suara.com - Pertumbuhan e-commerce yang ada di Asia Tenggara untuk saat ini memang sedang meningkat pesat. Bahkan Google sudah memperkirakan nilainya akan lebih dari 200 miliar USD di tahun 2025 mendatang. Dengan pertumbuhan tersebut, tentu saja muncul masalah baru, misalnya saja penipuan secara online.
Laporan Google menunjukkan jika Indonesia mempunyai tingkat penipuan e-commerce tertinggi jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lain, yaitu di angka 44,1%. Angka tersebut tentu saja cukup fantastis.
Di Indonesia sendiri, penipuan secara online cukup marak, terlebih terhadap pengguna kartu kredit. Misalnya, modus pemberian voucher hadiah yang kemudian akan diminta data pribadi dan data kartu kredit. Hal ini tentu sangat meresahkan.
Dari laporan di atas, dapat disimpulkan jika tantangan yang terbesar di dalam manajemen penipuan sebenarnya adalah penerapan sistem dan alat manajemen penipuan yang tidak konsisten diterapkan. Selain itu, juga adanya kekurangan manajemen data secara efisien. Oleh karena itu, sangat perlu diadakan peningkatan sistem keamanan transaksi online, khususnya dalam penggunaan kartu kredit yang tepat. Lalu, bagaimana cara untuk meminimalisasi penipuan online?
Untuk meminimalisasi penipuan online sendiri sebenarnya cukup sederhana. Anda dapat mengintegrasikan online shop Anda dengan menggunakan payment gateway. Payment gateway merupakan sebuah teknologi untuk dapat mempermudah bisnis Anda untuk menerima pembayaran secara online dari situs ataupun aplikasi. Payment gateway ini juga berfungsi sebagai sebuah saluran yang dapat menghubungkan rekening penampung ke platform tempat Anda melakukan transaksi. Jadi, tidak hanya untuk menerima pembayaran saja tetapi juga untuk membuat transaksi kartu kredit menggunakan payment gateway menjadi lebih aman.
Selain itu, Anda juga perlu tahu bagaimana cara kerja dari sistem keamanan transaksi kartu kredit (transaksi online yang memiliki tingkat risiko keamanan tertinggi) melalui payment gateway tersebut. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Menggunakan Sertifikat PCI-DSS
Payment gateway merupakan sebuah teknologi yang membantu untuk mempermudah bisnis Anda dalam menerima transaksi secara online dari website ataupun aplikasi. Fungsinya sendiri sebagai saluran yang dapat menghubungkan rekening penampung Anda kepada platform di mana tempat Anda melakukan transaksi. Selain itu, dengan sistem transaksi tersebut juga memungkinkan Anda untuk menerima pembayaran menggunakan kartu kredit.
Payment gateway ini juga menawarkan banyak kemudahan dalam semua transaksi. Namun, Anda harus memperhatikan sertifikat keamanan yang dimiliki payment gateway pilihan. Pastikan sertifikat keamanannya sudah berstandar keamanan data industri kartu pembayaran, misalnya saja PCI-DSS.
Baca Juga: Reaksi Asosiasi terhadap Maraknya Barang Palsu di E-commerce Indonesia
Sertifikat itu menandakan jika payment gateway yang Anda gunakan dijamin mampu menjaga data kartu kredit serta identitas pribadi yang digunakan oleh pembeli untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, konsumen akan merasa aman serta nyaman ketika melakukan transaksi di website Anda karena datanya sudah terjamin serta tidak akan bocor. Anda pun akan terhindar dari masalah kebocoran data pada bisnis online Anda.
Menggunakan Autentikasi Tiga Faktor
Hal satu ini memang penting sekali untuk diaktifkan jika Anda menyediakan sistem transaksi pembayaran menggunakan kartu kredit. Hal tersebut karena autentikasi tiga faktor tersebut dapat meminimalisasi risiko penipuan karena pengguna harus mengonfirmasi identitas yang diklaim oleh pengguna menggunakan kombinasi tiga faktor yang berbeda.
Untuk faktor yang pertama adalah tanggal batas masa berlaku dari kartu. Kemudian tiga digit angka pada belakang kartu kredit. Selain itu, menggunakan media OTP atau One Time Password yang dikirimkan melalui pesan singkat pada nomor ponsel yang sudah terdaftar. Dengan demikian, Anda dapat yakin jika identitas pengguna kartu kredit yang telah terdaftar tersebut sudah terjamin.
Menggunakan Fraud Detection System
Melakukan transaksi menggunakan payment gateway dapat membuat Anda menjadi lebih aman dan juga tenang. Dilihat dari segi penjual juga tidak ada pemalsuan bukti pembayaran karena semua transaksi transfer nantinya akan dicek secara otomatis oleh sistem. Sedangkan, jika dilihat dari segi pembayar, nantinya mereka akan lebih merasa percaya untuk melakukan transaksi pada online shop Anda.
Berita Terkait
-
Kalahkan Tokopedia, Shopee Jadi e-Commerce Terbanyak Digunakan Pada Akhir 2021
-
Bisnis E-commerce Bergeliat, Multi Inti Transport Tambah Armada 600 Unit Kendaraan Tahun Ini
-
Dua Kasus Rakyat Kecil di Jatim Jadi Korban Penipuan Online, Modus Pelaku Mencatut E-Commerce
-
Ipsos: e-Commerce Majukan UMKM Indonesia, Shopee Disebut Paling Berandil
-
Survei: Fesyen dan aksesoris Kategori Paling Laris di e-Commerce Indonesia
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
QuickPro Apakah Platform Investasi Resmi Berizin di Indonesia? Ini Penjelasannya
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026