Bisnis / Inspiratif
Kamis, 03 Maret 2022 | 17:05 WIB
Hansjorg Wyss

Suara.com - Miliarder asal Swiss Hansjorg Wyss angkat bicara bahwa dirinya ditawari untuk membeli klub sepak bola Inggris Chelsea. Kekayaan calon pembeli Chelsea itu memang merepresentasikan harga yang akan ditawarkan pemilik sebelumnya Roman Abramovich.

Seperti diketahui Abramovich membuat apa yang dia sebut sebagai keputusan sulit setelah sejak 2003 menjadi bos klub sepak bola asal London tersebut. 

Wayss diketahui terlibat dalam konsorsium para calon pembeli The Blues. Pria 86 tahun itu berani menggelontorkan 4 miliar poundsterling, harga yang sama dengan yang ditawarkan Abramovich. Harga ini tergolong kecil mengingat berdasarkan sejumlah sumber Wayss memiliki kekayaan 5,1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp72 triliun. 

Majalah Forbes mengatakan kekayaan itu terutama bersumber dari perusahaan alat kesehatan yang beroperasi di Swiss, Synthes. Perusahaan ini sempat melebarkan sayap di Amerika Serikat untuk membuat alat yang digunakan untuk mengobati patah tulang. 

Wyss menjabat sebagai CEO dan ketua Synthes di seluruh dunia sampai pengunduran dirinya sebagai CEO pada tahun 2007. Dia mempertahankan jabatannya sebagai ketua perusahaan sampai Johnson & Johnson mengakuisisi Synthes pada tahun 2012.

Pada tahun tersebut Wyss menjual perusahaan seharga 19,7 miliar dolar Amerika dalam bentuk tunai dan saham kepada perusahaan farmasi lain Johnson & Johnson.

Bukan sekadar konglomerat, Wyss juga dikenal karena sikap dermawan dengan mendirikan Wyss Foundation pada 1998. Yayasan filantropi ini mengambil peran dalam proyek perlindungan lingkungan, pendidikan, dan perubahan iklim. Wyss Foundation bahkan menyumbangkan 125 juta dolar Amerika ke Harvard untuk pendirian Wyss Institute yang bergerak di Teknik Biologi. 

Proyek-proyek lain yang didanai Wyss Foundation antara lain adalah The Nature Conservancy pada 2010. Yayasan menyumbang 35 juta dolar Amerika untuk membeli 310.000 hektare lahan demi kepentingan konservasi di daerah Montana Amerika Serikat. Proyek ini menjadi konservasi terbesar di negara Paman Sam yang dijalankan oleh swasta. 

Di tahun-tahun setelahnya yayasan juga terlibat dalam proyek The Trust for Public Land, sebuah proyek konservasi untuk mencegah pengerukan gas di daerah yang dilindungi. Sumbangan lain untuk proyek yang sama adalah perluasan 300 hektare Taman Nasional Saguaro di Arizona, Amerika Serikat.

Baca Juga: Roman Abramovich Jual Chelsea, Thomas Tuchel: Saya Tidak Takut dengan Perubahan

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More