Suara.com - Darto, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bekerja membuat batik ecoprint, semringah setelah dirinya diberi mesin jahit baru dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno memberikan bantuan mesin jahit kepada Darto usai menghadiri program Kabupaten Kota (Kata) Kreatif Indonesia di Jatiwangi Art Factory, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.
“Saat sesi tanya jawab KaTa Kreatif, Pak Darto bercerita menginginkan kehadiran dan bantuan pemerintah untuk alat-alat produksinya,” ujar Sandiaga Uno, di Jatiwangi Art Factory, Majalengka, Jawa Barat, ditulis Rabu (9/3/2022).
Tanpa sepengetahuan Darto, Sandiaga memanggilnya dan memberikan alat produksi yang memang dibutuhkan selama ini.
“Tolong panggilkan Pak Darto, supaya apa yang dibutuhkan bisa langsung diadakan. Tanpa menunggu lama, kita bisa kasih,” ujar Sandiaga, kepada timnya.
Darto pun dipanggil oleh tim Sandiaga dan langsung diganjar dua buah mesin jahit. Sandi berharap, dengan alat jahit yang diberikan bisa membangkitkan ekonomi keluarga Darto.
“Ini (batiknya) kan keren kualitasnya sudah ekspor. Harapan saya ini bisa untuk kebangkitan ekonomi,” ungkap Sandiaga.
Darto pun dengan mata yang berkaca-kaca dan penuh haru mengucapkan terima kasih kepada Sandiaga.
Dia mengaku akan memberdayakan lingkungan sekitar untuk membuat batik ecoprint, dengan menggunakan mesin jahit yang diberikan Sandiaga.
Baca Juga: 60 Ribu Tiket Penonton MotoGP 2022 di Mandalika Laku Terjual, Sandiaga Uno Bilang Begini
“Kebetulan saya cuma punya satu mesin jahit, itu pun warisan dari ibu saya. Bahkan tidak tahu usia mesin jahitnya sudah berapa lama,” ungkap Darto.
“Saya mau memberdayakan lingkungan dengan adanya mesin jahit ini. Mau latih ibu-ibu juga untuk produksinya,” tambah Darto.
Adapun alasan Sandiaga memberikan mesin jahit kepada Darto karena selama ini kesulitan dalam proses produksi. Bahkan, satu buah mesin jahit yang sudah dimiliki Darto usianya sudah lama dan harus diganti.
Selain memproduksi batik ecoprint, Darto juga produksi baju tari dan melatih di Sanggar Sekar Laras di Kecamatan Sumber Jaya, Majalengka.
Program KaTa Kreatif Indonesia 2022 merupakan upaya untuk membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Pelaksanaannya akan dilakukan di 35 kabupaten atau kota kreatif Indonesia, lokasi yang sudah didatangi antara lain Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Belitung, dan Kota Jambi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus