Suara.com - Pada waktu pembayaran pajak penghasilan (Pph) pejabat negara beberapa hari lalu kekayaan Menko Luhut Binsar Pandjaitan paling mencuri perhatian. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pembayaran pajak Luhut mencapai 35%. Ternyata dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) kekayaan Menko Luhut mencapai Rp745,18 miliar.
Dalam data yang sama, rincian kekayaan Luhut antara lain adalah tanah dan bangunan senilai Rp244,01 miliar, ditambah alat transportasi dan mesin sebesar Rp2,48 miliar.
Kekayaan dari jenis harta bergerak lainnya sejumlah Rp3,38 miliar, surat berharga Rp106,16 miliar, kas dan setara kas Rp194 miliar, dan harta lain Rp207,12 miliar. Namun, dari semua kekayaan itu, Luhut memiliki utang Rp12 miliar.
Belum lama ini potret kediaman mewah Luhut Binsar Pandjaitan juga tersebar di media sosial. Kediaman Luhut dipotret dengan halaman hijau dan garasi luas untuk menyimpan mobil mewah. Pemandangan ini tentu bukan hal asing jika dikaitkan dengan total kekayaannya.
Saat ini Luhut yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi juga berperan dalam pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi Covid-19. Dia optimistis ekonomi akan segera bangkit menyusul semakin rendahnya angka kasus Covid-19 di Indonesia. Luhut bahkan yakin ekonomi Indonesia akan tumbuh enam persen.
"Semua ini masalahnya efisiensi dan kalau kita semua kerja holistik terpadu, saya yakin akan bisa dilakukan dengan baik," ucap Menko Luhut Pandjaitan dalam acara Pelaporan SPT Tahunan Oleh Pejabat Negara di Jakarta, mengutip dari Antara, Selasa (8/3/2022).
Efisiensi saat ini telah dilakukan oleh berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), di antaranya oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Sistem Informasi Mineral dan Batu bara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA) dan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak melalui e-filing.
Ia menilai SIMBARA akan membuat ekonomi domestik dan keuangan negara semakin baik, karena akan hampir tidak ada lagi penyalahgunaan informasi mineral dan batu bara. Selama ini, kata dia, masih terdapat banyak laporan komoditas mineral yang tidak sesuai, sehingga dengan adanya sistem tersebut data akan diverifikasi dengan lebih baik.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Akan Kunjungi Indonesia 2 Kali pada 2022, Ini Agendanya
Berita Terkait
-
Wow! Konsumsi BBM Dorong Pembangunan Daerah, PBBKB 2021 di Jateng Capai Rp1,826 Triliun
-
Menkeu Sri Mulyani: Dobrak Bias Gender, Ini Tips untuk Para Pemimpin Perempuan
-
Sri Mulyani Sebut Menko Paling Tajir di Kabinet Jokowi, Ini Dia Sosoknya
-
Sri Mulyani Sebut Indonesia Justru Raup Cuan dari Panasnya Geopolitik Global
-
Putra Mahkota Arab Saudi Akan Kunjungi Indonesia 2 Kali pada 2022, Ini Agendanya
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia
-
Bank Mandiri Bukukan Kinerja Kinclong, Kredit dan Aset Tumbuh Double Digit
-
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56