Suara.com - Perbarindo akhirnya menggelar acara besar sejak pandemi covid-19 menerjang Indonesia pada awal Maret 2020. Acara Rakernas kali ini sangat istimewa, karena dilaksanakan secara hybrid melibatkan peserta yang hadir secara luring dan daring.
Kegiatan ini diikuti oleh hampir seluruh pelaku Industri BPR – BPRS yang ada di Indonesia. Peserta yang hadir secara langsung adalah Para Pengurus DPP dan DPD Perbarindo seluruh Indonesia, sedangkan melalui aplikasi zoom adalah para pengurus BPR – BPRS Anggota Perbarindo.
Peserta sangat antusias mengikuti acara Rakernas Perbarindo yang disertain dengan launching BPR e-cash dan BPR Digi.
Selain itu, dalam acara ini juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama dan Nota Kesepahaman antara Perbarindo dengan berbagai Pihak untuk melakukan sinergi, kolaborasi dan Kerjasama guna memperkuat serta meningkatkan daya saing Industri BPR – BPRS di Indonesia.
Dalam sambutannya, Joko Suyanto, selaku Ketua Umum Perbarindo, menyampaikan selama pandemi, kinerja Industri BPR – BPRS tetap tumbuh positif walaupun melambat.
Seperti terlihat pada indikator kinerja pada Tahun 2021. Aset industri BPR tumbuh sebesar 8,62% dan BPRS tumbuh 14,16%, sedangkan Kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 5,24% (BPR) dan 12,20% (BPRS) dan dana pihak ketiga dalam bentuk tabungan tumbuh 9,47% (BPR) dan BPRS 15,60% serta deposito tumbuh sebesar 10,56% (BPR) dan 19,34% (BPRS). BPR – BPRS tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam masa pandemi Covid-19.
“Kami tetap hadir di tengah masyarakat, membantu masyarakat yang terdampak dengan program restrukturisasi, mengusulkan untuk menerima subsidi bunga dari Pemerintah dan terus melakukan pendampingan, edukasi serta literasi keuangan kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” kata Joko ditulis Selasa (29/3/2022).
Industri BPR – BPRS saat ini memang menghadapi tantangan yang tidak mudah, kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan akan berakhir, tentu akan terus membayangi pertumbuhan kinerja BPR – BPRS.
Selain itu, perkembangan bisnis yang dinamis mendorong berbagai pelaku Lembaga jasa keuangan baik bank maupun non bank, sangat ekspansif dalam menyasar yang selama ini menjadi pangsa pasar BPR – BPRS.
Baca Juga: Lantik Dirut PT. BPR Syariah Bandar Lampung, Wali Kota Eva Dwiana Menekankan Hal Ini
Kondisi tetntunya mendorong terjadinya persaingan usaha yang semakin kompetitif, antara BPR – BPRS dengan pelaku usaha jasa keuangan. Pada sisi lain, pandemi covid telah mendorong naiknya preferensi masyarakat menggunakan transaksi yang berbasis digital baik untuk layanan perbankan maupun untuk berbelanja melalui aplikasi dan e-commerce.
Untuk menjawab hal tersebut, Perbarindo bersama dengan PT Finnet Indonesia telah merampung produk co-branding dengan nama Finpay Money – BPR e-cash.
Produk ini merupakan uang elektronik yang akan menghadirkan kemudahan transaksi untuk pembelian dan pembayaran beragam kebutuhan serta dilengkapi dengan QRIS.
Selain layanan diatas, Perbarindo dengan Telkom Sigma telah mengembangkan produk BPR Digi, untuk menjawab kebutuhan masyakarat akan pelayanan transaksi yang mudah, cepat, sederhana dan aman.
Produk BPR Digi merupakan produk layanan digital berbasis rekening (number of account) yang memberikan kemudahan akses informasi dan berbagai layanan transaksi kepada nasabah BPR, cukup menggunakan telepon seluler dan koneksi internet tanpa harus datang ke kantor BPR.
Sinergi lainnya yang terus dilakukan yaitu Kerjasama dengan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) dalam Optimalisasi layanan perbankan kepada masyarakat. Kerjasama dengan Pefindo Biro Kredit untuk layanan Pemanfaatan data Informasi Perkreditan bagi Anggota Perbarindo.
Kerjasama dengan Unversitas Gunadarma dalam peningkatan peran dan fungsi Perbarindo dan Universitas Gunadarma dalam pengembangan Lembaga Keuangan Mikro di Indonesia dan terakhir Kerjasama dengan Program Diploma Keuangan dan Perbankan Indonesia (prodikpi) untuk mendukung pengembangan SDM BPR – BPRS melalui penyediaan modul, narasumber dan fasilitasi magang.
“Untuk itu, pilihan kami dalam merespon tantangan akan disrupsi teknologi dan perubahan preferensi masyarakat adalah melakukan strategic partnership dan kolaborasi. Tentunya dengan model bisnis yang saling melengkapi, menguntungkan dan mendorong tumbuh bersama. Sehingga dampak akhirnya, masyarakat yang dilayani lebih mudah, cepat dan aman," tegas Joko.
Dalam kesempatan ini juga, Ketua Umum Perbarindo menyampaikan beberapa harapan antara lain : Pertama, dari sisi regulator diharapkan masih ada lagi pengaturan lainnya yang lebih adaptif, dinamis dan memberikan ruang serta kesempatan bagi BPR - BPRS untuk tumbuh sesuai dengan karakteristiknya dengan tetap mengimplementasikan pengembangan teknologi terkini.
Kedua, BPR – BPRS siap bersinergi dengan Pemerintah, untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program – program penyaluran bantuan Pemerintah kepada masyarakat.
Ketiga, kepada para mitra Perbarindo, terus meingkatkan sinergi dan kolaborasi. Sehingga mampu membuat industri BPR – BPRS yang berdaya saing, maju, unggul dan terpercaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat