Suara.com - Deputy Sekretaris Perusahaan Inalum, Mahyaruddin Ende mengatakan bahwa perusahaan memiliki kepentingan atas tinggi muka air (TMA) Danau Toba sepanjang tahun, baik pada musim kering dan musim hujan agar ketersediaan air bagi pembangkit dapat terjaga keberlangsungannya.
Air Danau Toba mengalir melalui Sungai Asahan menuju Selat Malaka melewati PLTA INALUM Operating," kata Mahyaruddin ditulis Rabu (30/3/2022).
Mahyaruddin menuturkan, perusahaan senantiasa melakukan pemantauan untuk menghindari kekurangan air bagi masyarakat saat musim kemarau, begitu juga sebaliknya saat musim hujan mengindari pasokan air yang berlebih.
"INALUM Operating selalu memitigasi potensi banjir saat musim hujan khususnya saat terjadi limpasan air dari bendungan penadah Sigura-Gura dan Tangga," tutur Mahyaruddin.
Untuk menjaga pasokan air, Perusahaan bekerja sama dengan pemangku kepentingan merawat kelestarian kawasan Danau Toba mulai dari sungai-sungai yang memasok air ke Danau Toba dan Daerah Tangkapan Air Danau Toba hingga ke Daerah Aliran Sungai Asahan.
"Kegiatan ini meliputi pemantauan dan penelitian serta upaya reboisasi lahan kritis untuk mendukung pemulihan cadangan air," ucapnya.
Energi diperlukan untuk mengoperasikan tungku reduksi yang menghasilkan produk komersial INALUM Operating. Tingkat produksi pabrik akan berbanding lurus dengan pasokan arus listrik. Listrik merupakan komponen penting dalam proses produksi aluminium, diperlukan sekitar 14.471 kWh energi listrik untuk memproduksi satu ton aluminium.
Pembangkit Listrik Pasokan listrik bertumpu pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sigura-Gura dan PLTA Tangga, yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara atau dikenal sebagai PLTA Asahan 2 yang memasok kebutuhan energi listrik bagi pabrik peleburan aluminium di Kuala Tanjung dan pemenuhan kebutuhan pengiriman daya listrik ke PLN Sumatera Utara melalui gardu hubung di Kuala Tanjung sesuai dengan kesepakatan.
Total kapasitas pembangkit adalah 603 MW untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Perusahaan sekaligus menopang sistem kelistrikan Sumatera Utara. Realisasi produksi energi listrik sepanjang 2020 adalah (4.048.033 MWH) atau rata-rata (462,1 MW) dengan pengiriman energi ke PLN untuk didistribusikan ke masyarakat sebesar 37.644 MWH atau rata-rata (4,3 MW).
Baca Juga: Inalum Tingkatkan Kapasitas Produksi Aluminium Hingga 2024
Untuk meningkatkan kinerja pembangkit, Perusahaan telah melakukan penggantian seluruh turbin sejak tahun 2001 hingga 2019 pada pembangkit Sigura- Gura dengan teknologi terbaru yang lebih efisien agar optimum mencapai ouput tenaga menjadi 286 MW atau 4x71,5 MW.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina