Suara.com - PT PLN (Persero) terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan secara optimal. Melalui implementasi Yantek Optimization yang dicanangkan sejak akhir 2021, PLN terus meningkatkan kinerja petugas pelayanan teknik (Yantek) yang menjadi ujung tombak layanan ke pelanggan.
Menandai implementasi program ini, pada acara Apel Yantek Optimization, unit-unit terkait secara simbolis mengembalikan 10 petugas yang belum memberikan perbaikan performa. Petugas Yantek kategori bottom performance ini sebelumnya telah dievaluasi oleh masing-masing Regional dan mendapatkan pembinaan, tetapi masih belum menunjukkan peningkatan performa.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, Yantek Optimization merupakan salah satu terobosan penting dari proses Transformasi PLN. Pelayanan teknis, sebagai ujung tombak dari pelayanan PLN, dituntut untuk dapat merespons cepat pengaduan gangguan kelistrikan dan mengerjakannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Kita akan dianggap gagal, atau kita dianggap berhasil melayani pelanggan, ada di ujung tombak ini," tegas Darmawan saat memberikan sambutan dalam acara Apel Yantek Optimization di Kantor Pusat PLN, Jumat (1/4/2022).
Yantek Optimization merupakan bagian dari transformasi PLN untuk meningkatkan pelayanan ke pelanggan sesuai dengan pilar Customer Focus. Implementasi Yantek Optimization ini bertujuan untuk mengukur nilai produktivitas kinerja Petugas Yantek, sebagai awareness bagi Unit dan Petugas Yantek, serta meningkatkan pelayanan yang prima ke pelanggan.
Menurut Darmawan, dengan jumlah personil Yantek mencapai 35 ribu, harusnya PLN memiliki puluhan ribu pasukan yang selalu siaga dalam melayani pelanggan. Di samping itu, PLN juga memiliki 159 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) dengan ribuan personil yang dapat menjadi komandan tempur di setiap titik di seluruh Indonesia.
"Hanya saja, dengan total jumlah pelanggan lebih dari 80 juta, kita tidak mungkin untuk mengelolanya secara manual," ujarnya.
Sebelum ada Yantek Optimization, Darmawan memaparkan, banyak keluhan dari pelanggan yang cukup lama direspons. Hal ini diperparah dengan tidak adanya ruang komunikasi antara UP3/ULP dengan tim Yantek dan pelanggan. Alhasil, tidak sedikit pelanggan yang merasa cemas akan tanggapan dari keluhan yang mereka sampaikan.
Tak hanya itu saja, sebelumnya juga tidak ada sistem review kinerja untuk petugas Yantek. Sehingga tidak ada ukuran jelas bagi personel sebagai pertimbangan perusahaan.
Baca Juga: Delegasi G20 Jajal Kendaraan Listrik dan SPKLU Milik PLN di Forum ETWG-1
Oleh karena itu, Darmawan melanjutkan, PLN membangun management information system untuk mengelola Yantek. Sebagai wujud pemanfaatan teknologi dan digitalisasi layanan pelanggan, maka beberapa aplikasi pendukung yang saling terintegrasi diluncurkan, antara lain PLN Mobile, Yantek Mobile, dan Virtual Command Center. Sistem ini diturunkan hingga ke unit-unit yang langsung melayani pelanggan dan setiap prosesnya akan dievaluasi setiap bulan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PLN
Dengan integrasi ketiga aplikasi ini, maka petugas Yantek dapat berkomunikasi dengan pelanggan melalui fitur chat, serta Manajemen Unit dapat memonitor dan memastikan pengaduan pelanggan telah diselesaikan, sehingga hal ini dapat memperbaiki rating dan mengurangi terjadinya laporan berulang.
Semua fitur ini pun terhubung dan terintegrasi dalam satu dashboard yang dapat dilihat oleh para Manager UP3/ULP, GM, hingga jajaran Direksi.
"Saya dapat mengetahui di mana ada keluhan, dan bagaimana tindak lanjutnya. Semua bisa kita monitor," kata Darmawan.
Melalui implementasi aktifitas Yantek Optimization, PLN pun kini sudah dapat melihat dashboard kinerja dari masing- masing petugas. Sebagai wujud kebersamaan dalam rangka peningkatan program Outage Management dan Yantek Optimization, para EVP yang terlibat dan General Manager PLN se-Indonesia menandatangani komitmen implementasi Yantek Opmization sebagai wujud komitmen peningkatan pelayanan pelanggan.
Berita Terkait
-
PLN di Sumsel Diingatkan agar Tak Ada Pemadaman Saat Ramadhan, Umat Muslim Ingin Khusyuk Beribadah
-
KABAR BAIK! PLN Kalbar Beri Keringanan Biaya ke Rumah Ibadah yang Ingin Tambah Daya
-
Cara Pemilik Mobil Listrik Mendapatkan Diskon Listrik 30 Persen dari PLN
-
Viral! Aksi Gotong Royong Warga Desa Pela dan Sangkuliman Bantu PLN Dirikan Tiang Listrik Roboh Banjir Pujian Warganet
-
Negara Punya Utang Rp109 Triliun Pada PLN dan Pertamina, Dampak Subsidi Berlebih?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda