Suara.com - Program Taxi Alsintan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) bertujuan untuk mempermudah petani untuk memiliki alsintan sebagaimana dibutuhkan. Petani di Kabupaten Demak, Jawa Tengah merasakan betul manfaat program ini.
"Taxi Alsintan merupakan program penyediaan alsintan secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan KUR dan mempermudah petani untuk memiliki alsintan sebagaimana dibutuhkan," kata Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, Taxi Alsintan merupakan program pengadaan alat dan mesin pertanian oleh pelaku usaha di sektor pertanian. Nantinya, akses pembeliannya menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
KUR tak hanya berguna saat pembelian, namun juga perawatan pascapetani mendapatkan alsintan yang diinginkannya. Alsintan tersebut dikelola dan disewa oleh para petani yang membutuhkan untu kegiatan olah tanah dan panen.
"Ibaratnya, alsintan itu ditaxikan, disewakan kepada petani. Jika petani mau mengolah lahan, tinggal pesan ke yang menyewakan alsintan yg dibutuhkan," terang Ali.
Tahun ini, Kementan akan bergerak cepat untuk pengembangan taxi alsintan di 9 provinsi sentra produksi.
Kementan menargetkan, setidaknya dalam satu kabupaten/kota terdapat empat atau 2.000 Taxi Alsintan seluruh Indonesia. Ali menegaskan, program ini murni ditujukan untuk memacu mekanisasi pertanian agar petani dapat beralih dari sistem konvensional.
"Saat ini, diketahui tingkat mekanisasi Indonesia di bawah lima persen. Dengan kata lain, jumlah alat yang bergerak di sawah di bawah lima unit," papar Ali.
Direktur Alsintan Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah menegaskan, Taxi Alsintan merupakan ide brilian dari mentan untuk menghadirkan teknologi yang maju, mandiri dan modern di tengah-tengah petani.
Baca Juga: Pengusaha Sebut Alsintan Kementan Gunakan Komponen Dalam Negeri
"Melalui program ini, petani tidak lagi tertuju kepada bantuan yang berasal dari APBN, tetapi bisa mengadakan pembelian sendiri dengan insentif dari KUR," terang Andi.
Berita Terkait
-
Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Kabupaten Bima, Kementan Realisasikan Program Jalan Usaha Tani
-
Pantau Kebutuhan Pokok di Kota Makassar, Mentan: Ketersediaan Komoditas Pertanian Tersedia dan Stabil
-
BPS Sebut Nilai Tukar Petani Maret 2022 Naik 0,42%
-
Pertanian di Kabupaten Sekadau Berkembang Pesat Berkat Program RJIT
-
Wapres Ajak Masyarakat Bertani dengan Konsep Integrated Farming
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen