Suara.com - Emiten produsen kakao dan coklat PT Wahana Interfood Nusantara Tbk berhasil raih laba bersih sebesar Rp8,53 miliar sepanjang 2021, melonjak 211,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,73 miliar.
Disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan COCO Gendra Fachrurozi, perusahaan akan terus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik termasuk pada tahun ini memanfaatkan penjualan selama Ramadhan sembari menyelesaikan pembangunan pabrik baru.
"Kami melihat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kinerja COCO ikut menjadi membaik. Bulan Ramadhan tahun ini, kira-kira akan menyumbang 25 persen dari pendapatan perseroan tahun ini," ujar Gendra.
Pada 2021 lalu, perseroan menunjukkan kinerja bisnis yang solid. Kendati pasar belum pulih akibat pandemi COVID-19, namun produsen cokelat SCHOKO itu mampu menjalankan strategi bisnisnya dengan baik dan mencatatkan pertumbuhan penjualan serta laba bersih.
Penjualan bersih COCO tercatat naik 31,21 persen dari Rp171,04 miliar menjadi Rp 224,43 miliar, didominasi oleh penjualan compound chocolate sebesar Rp148,06 miliar disusul produk real chocolate sebesar Rp60,16 miliar dan cocoa powder sebesar Rp16,2 miliar.
Peningkatan penjualan tersebut juga membuat laba bersih COCO tumbuh 211,62 persen dari Rp2,73 miliar menjadi Rp8,53 miliar.
Dari sisi total aset, perusahaan juga mencatatkan peningkatan 40,54 persen dari Rp263,75 miliar menjadi Rp370,68 miliar. Jumlah tersebut dikontribusikan dari peningkatan aset lancar sebesar 69,06 persen dari Rp161,99 miliar menjadi Rp273,85 miliar, sedangkan aset tidak lancar mengalami penurunan 4,85 persen dari Rp101,77 miliar menjadi Rp96,84 miliar.
Gendra menyampaikan, perusahaan juga terus melakukan penetrasi pasar domestik dan ekspor untuk mempertahankan kinerja pada tahun ini. Harapannya penanganan pandemi baik domestik dan global terus membaik sehingga berimbas positif bagi perusahaan.
Sebagai produsen cokelat bercitarasa khas Indonesia, lanjut Gendra, produk Schoko tidak hanya digemari di dalam negeri tetapi juga luar negeri.
Baca Juga: Video Wirda Mansur Bagi-bagi Uang THR Diserang Warganet, Disarankan Agar Berikan Kepada Ayahnya
"Harapannya kinerja sepanjang tahun ini, secara konsolidasian perusahaan bisa mencatat pendapatan Rp268 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kinerja tahun lalu yang mencapai Rp224 miliar," kata Gendra.
COCO baru saja mendapatkan pinjaman modal dari Bank BCA untuk modal kerja, pembangunan pabrik dan pembelian mesin produksi dengan total pinjaman sebesar Rp139,1 miliar.
Harapannya dengan suntikan dana segar yang didapatkan pada 4 Maret 2022 lalu itu, COCO bisa memacu kinerja bisnisnya lebih baik lagi ke depan.
Berita Terkait
-
Jokowi Ingatkan Janji GoTo Bagi-bagi Saham ke Mitra Driver
-
Dinantikan 300 Ribu Investor, IPO Saham GoTo Oversubscribe 15 Kali
-
33 Perusahaan Antri IPO Saham, Mana yang Paling Menarik?
-
Kinerja Moncer, Laba Emiten MPMX Tumbuh Lebih dari 200 Persen!
-
Video Wirda Mansur Bagi-bagi Uang THR Diserang Warganet, Disarankan Agar Berikan Kepada Ayahnya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong
-
Awal Februari, Harga Beras dan Cabai Rawit Kompak 'Nanjak'
-
Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025
-
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025
-
Stok Emas Fisik Pegadaian Menipis, Antrean Cetak Mengular
-
Prabowo Lantik Wamenkeu Baru Sore Ini, Siapa Pantas Gantikan Thomas?
-
Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30% Jadi Rp 116,2 T di Januari 2026, Bea Cukai & PNBP Lemah
-
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?
-
Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani